Mobilitas masyarakat di Desa Puloniti, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto kini lebih mudah dan lancar setelah tuntasnya pembangunanan Jembatan Perintis Garuda. Keberadaan akses tersebut tak sekadar menjadi sarana penghubung antardesa, tetapi juga mendukung peningkatan aksesibilitas pendidikan hingga perekonomian warga.
KEPALA Desa Puloniti Budi Yulianto mengungkapkan, rampungnya proyek Jembatan Perintis Garuda disambut dengan antusiasme tinggi dari masyarakat. Mengingat, warga kini tak lagi harus menempuh jalan memutar dengan jarak yang terlalu jauh untuk beraktivitas sehari-hari.
Bahkan, manfaat tak hanya dirasakan oleh warga Desa Puloniti saja, melainkan juga memberi dampak positif bagi masyarakat di sekitarnya. ’’Kami berterima kasih atas terbangunnya jembatan Garuda di Desa Puloniti, karena jembatan ini sangat bermanfaat untuk tiga desa,’’ ungkapnya.
Sebagai ungkapan syukur, Pemdes Puloniti bersama warga menggelar doa bersama sederhana setelah pekerjaan fisik dinyatakan selesai 100 persen pada akhir Juli lalu. Jembatan yang dibangun oleh Kodim 0815 Mojokerto ini langsung dibuka secara umum.
Secara fisik, tutur Budi Yulianto, kehadiran Jembatan Perintis Garuda membawa asas kemanfaatan untuk memperlancar mobilitas masyarakat. Jembatan juga mempermudah akses pendidikan sekaligus menjadi urat nadi perekonomian pedesaan. ’’Sangat bermanfaat untuk aktivitas mengantarkan anak sekolah, warga ke pasar, dan aktivitas pekerjaan lainnya. Karena jembatan ini juga menanggulangi masyarakat agar tidak menyeberang ke jalan nasional,’’ paparnya.
Untuk diketahui, jembatan di Desa Puloniti, memiliki panjang 11,5 meter dan lebar 4,5 meter, dengan daya dukung hingga 10 ton. Sarana konstruksi tersebut merupakan salah satu dari 11 pekerjaan program Jembatan Perintis Garuda tahap V yang dikerjakan di Kabupaten Mojokerto. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto