Inovasi layanan Mang Menit Mari atau 3M dari Pemerintah Desa (Pemdes) Kedungmaling, Kecamatan Sooko terbukti mempercepat pelayanan warga. Sejak diluncurkan 20 Juni 2021, website resmi desa berbasis OpenSID telah memproses 7.888 surat hingga pertengahan Juni ini.
WEBSITE tersebut dihadirkan untuk mendukung visi desa. Yakni mewujudkan Kedungmaling sebagai desa maju dengan masyarakat yang cerdas dan sejahtera melalui kepemimpinan yang inovatif, transparan, dan profesional. Slogan Mang Menit Mari, terinspirasi dari 5M protokol Covid-19.
Konsep 3M tersebut di antaranya, membawa pengantar RT/RW, bukti lunas PBB, dan bukti lunas iuran sampah. Jika tiga syarat tersebut lengkap, surat warga langsung selesai dalam hitungan menit. Inovasi ini dikukuhkan Bupati Mojokerto sebelumnya, Ikfina Fahmawati, pada Desember 2021, bersamaan dengan peresmian Ruang Pelayanan dan Pendapa Hatmo Dihardjo, Balai Desa Kedungmaling.
Kepala Desa Kedungmaling Edy Prabowo mengatakan, inovasi ini lahir dari kebutuhan warga di masa pandemi agar tidak antre dan bolak-balik ke balai desa. ”Sejak 20 Juni 2021 kita luncurkan website pakai aplikasi OpenSID. Semangatnya Mang Menit Mari. Syarat lengkap, surat jadi cepat. Ini wujud kepemimpinan inovatif dan profesional sesuai visi kami,” ujarnya.
Data menunjukkan animo warga sangat tinggi. Hingga akhir 2025 tercatat 7.265 lembar surat, dan di tahun ini sampai pertengahan Juni kemarin sudah mencapai 623 lembar. ”Warga sudah percaya sistem online. Di website juga semua data desa, profil, pengelolaan pemerintahan, sampai APBDes kita buka. Bisa dicek siapa saja. Ini transparansi,” tambahnya.
Menurut Edy, inovasi 3M juga berdampak pada tertib administrasi. Syarat lunas PBB dan iuran sampah membuat kesadaran warga naik. Arsip surat pun kini rapi karena sudah digital. ”Dulu cari arsip harus bongkar lemari. Sekarang klik langsung ketemu. Petugas terbantu, warga senang. Ini win-win solution yang kita mau,” jelas dia.
Untuk menjangkau semua kalangan, pemdes juga aktif di empat akun media sosial (medsos) resmi, mencakup channel Youtube, Instagram, TikTok, dan Facebook. Website untuk layanan dan data, medsos untuk informasi cepat. ”Anak muda ada di medsos. Jadi kita harus di sana juga. Tujuannya, biar tidak ada warga Kedungmaling yang ketinggalan info pembangunan desa,” tandasnya.
Langkah digitalisasi melalui inovasi Mang Menit Mari, membuktikan, bahwa Desa Kedungmaling mampu menjadi pelopor pelayanan publik modern di tingkat desa. Ke depan, pengembangan fitur website akan terus dilakukan agar pelayanan ke masyarakat semakin mudah, cepat, dan akuntabel. ’’Dengan layanan Mang Menit Mari, dan keterbukaan data melalui website serta medsos, Desa Kedungmaling berkomitmen bahwa desa juga bisa menjadi pelopor pelayanan digital,’’ tandas Edy. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto