KABUPATEN - Keberhasilan Desa Medali memberdayakan pemuda sebagai arsitek perekonomian tak lepas dari peran serta seluruh stakeholder. Termasuk BUMDes Medali Beraksi yang ikut mendampingi dan memfasilitasi kaum muda lewat program pelatihan hingga penyertaan modal. Berdiri sejak tahun 2021, BUMDes Medali Beraksi kini telah memiliki aset beromzet ratusan juta. Mulai dari belasan toko hingga puluhan kolam ikan yang dikelola bersama ratusan pemuda.
”Selain pemberdayaan, kami juga mengelola 18 toko yang disewakan ke pelaku UMKM dan warga sekitar Desa Medali,” ungkap Direktur BUMDes Medali Beraksi Muhammad Syafiuddin. Dalam pengelolaannya, BUMDes memberikan harga sewa lebih ringan kepada pelaku UMKM dan pedagang, yakni antara Rp 2 juta hingga Rp 4 juta per tahun.
Agar tidak membebani keuangan pedagang, BUMDes juga memberikan kelonggaran pembayaran sewa, yakni dengan sistem bulanan. Kini, 18 toko tersebut telah habis disewa dengan beragam jenis UMKM. Mulai dari makanan dan minuman ringan (kuliner), jasa jahit, layanan pulsa, hingga sembako.
Selain pertokoan, BUMDes juga ikut mengawasi budi daya ikan lele yang dikelola kelompok pemuda di Dusun Medali dan Pesantren. Tak kurang dari 14 kolam ikan dikawal pengelolaannya agar terus berkembang. Pengawasan ini sebagai bentuk kerja sama atas penyertaan modal yang telah digelontorkan, dengan sistem bagi hasil 60:40. ”Kami menggunakan sistem bagi hasil (profit sharing) dengan kelompok muda. Kita targetkan sekali panen mencapai 4 ton,” pungkasnya. (far/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto