Pemerintah Desa (Pemdes) Tambakrejo, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto menggelar kegiatan Rembuk Stunting, Kamis (18/6). Agenda musyawarah bersama lintas sektor ini bertujuan untuk merumuskan program prioritas dalam pencegahan stunting melalui intervensi kesehatan dan gizi pada balita.
DALAM forum yang digelar di Kantor Desa Tambakrejo tersebut dihadiri langsung oleh Camat Ngoro Harfendy Setiyapraja. Menurutnya, program Rembuk Stunting merupakan amanah dari pemerintah pusat dalam untuk membahas, merumuskan, dan menyepakati rencana aksi percepatan pencegahan dan penurunan stunting di tingkat desa.
’’Jadi, hasil dari Rembuk Stunting akan ditindaklanjuti langsung di tahun ini atau bisa menjadi bahan musrenbang untuk penyusunan RKPDes (Rencana Kerja Pemerintah Desa) tahun 2027 mendatang,’’ ungkap Harfendy.
Komitmen bersama dalam Rembuk Stunting juga melibatkan lintas sektor. Selain kecamatan, Pemdes Tambakrejo juga menggandeng Puskesmas Manduro hingga unsur lapisan masyarakat lainnya. ’’Karena penurunan stunting tak hanya dilakukan pemerintah desa, puskesmas, maupun KB saja, tapi semuanya juga ikut turun ke bawah,’’ tandas dia.
Tak terkecuali posyandu yang juga menjadi salah satu ujung tombak pencegahan kasus stunting. Selain berfokus pada pelayanan kesehatan, posyandu kini juga telah terintegrasi dengan 6 bidang standar pelayanan minimal (SPM). ’’Jadi komplet, posyandu juga turun menjadi bagian dari implementasi Rembuk Stunting,’’ paparnya.
Kades Tambakrejo Saumar menyatakan, Rembuk Stunting merupakan upaya dalam mewujudkan generasi sehat dan bebas stunting. Dengan harapan, agar anak-anak kelak bisa menjadi penerus yang dapat membawa desa lebih baik di masa akan datang. ’’Forum ini sebagai komitmen bersama lintas sektor untuk mengawal tumbuh kembang anak, pemenuhan gizi, dan perbaikan sanitasi,’’ paparnya. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah