Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terlibat aktif dalam tanggap bencana juga dibangun Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging. Bahkan, bekerja sama dengan BPBD Jatim dan Kabupaten Mojokerto, desa tersebut kini resmi menyandang sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana) pasca menggulirkan pelatihan kesiapsiagaan bencana yang melibatkan masyarakat.
’’MEMANG benar saat ini Desa Balongmasin juga termasuk Destana,’’ kata Kepala Desa Balongmasin, Heri Bambang Suyanto saat ditemui di Balai Desa Balongmasin, Rabu (20/5).
Ia mengatakan, pembentukan Destana merupakan hasil kolaborasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Mojokerto. Pembentukannya dilakukan secara simultan selama empat hari. ’’Pembentukan Destana ini akan berjalan selama empat hari aktif. Berakhir hari Senin depan,’’ tandasnya.
Bambang, sapaan akrab Heri Bambang Suyanto ini menjelaskan, tujuan pembentukan Destana tersebut untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana yang ada di wilayah desanya. Lantaran selama ini kawasan Desa Balongmasih rentan tertimpa bencana banjir. ’’Kami berharap semua elemen atau masyarakat bisa turut andil dan menjaga serta merasa memiliki,’’ harapnya.
Sehingga, dengan kesadaran yang terbangun ini, jika terjadi bencana bukan hanya Pemdes Balongmasin saja yang bergerak, namun semua warga ikut bergerak. ’’Dengan adanya pembentukan ini, diharapkan semua bisa terjun secara bersama-sama dan menanggulangi bencana secara gotong royong,’’ tandasnya.
Bambang menjelaskan, pembentukan Destana ini melibatkan seluruh elemen masyarakat. Mereka digembleng untuk meningkatkan ketangkasan, kecekatan, dan yang terpenting kesadaran dari tiap individu. Mereka yang terbilat dalam pelatihan tersebut adalah perangkat desa, babinsa, bhabinkantibmas, tenaga kesehatan, hingga warga. ’’Setidaknya ada 25 orang yang ikut dalam pelatihan ini,’’ bebernya.
Pihaknya menambahkan, Desa Balongmasin menjadi atensi dari BPBD Provinsi Jawa Timur sehingga pembentukan Desatana langsung melibatkan pihak provinsi. ’’Untuk pembentukan memang dari perwakilan BPBD Provinsi Jatim langsung,’’ sebutnya.
Sekretaris BPBD Jawa Timur Andika Nurrahmad Sudigda mengatakan, peserta diberikan pembekalan terkait bagaimana penanggulangan bencana. Mulai teori hingga praktik. Selain itu, peserta akan ditunjukkan potensi-potensi bencana yang ada di daerah lainnya.
’’Ini sengaja kami berikan terkait gambaran-gambaran terkait potensi di lain daerah. Karena jika kita bepergian atau pindah ke daerah lainnya, kita sudah siap akan hal itu. Diharapkan peserta ini akan lebih waspada dan lebih siap jika terjadi atau menghadapi bencana yang dihadapi,’’ ujarnya. (dik/fen)
Editor : Fendy Hermansyah