Program ketahanan pangan masih menjadi prioritas utama pembangunan di Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko. Salah satunya dengan membudidayakan domba agar nilai ekonomi masyarakat turut melonjak.
UNTUK merealisasikan program tersebut, Dana Desa (DD) sebesar Rp 200 juta digelontorkan pemdes setempat sebagai modal membangun 20 kandang komunal beserta 40 indukan domba yang akan dikembangbiakkan. Agar berjalan efektif, sistem bagi diberlakukan antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai pengelola dengan kelompok masyarakat (Pokmas) sebagai peternaknya.
Sebanyak 20 pokmas telah menjadi mitra kerja dalam budi daya domba ini. ’’Kami pakai sistem bagi hasil dengan pokmas. Agar masyarakat juga ikut merasakan langsung program yang bermanifestasi pada peningkatan ekonomi,’’ ungkap Kepala Desa Sambiroto Ahmad Farid Ainul Alwi.
Berdasarkan estimasi, proses panen hasil dari pengembangbiakan domba ini bisa sampai dua kali dalam setahun. Untuk suplai pakan, pemdes menyediakan tanah kas desa untuk produksi rumput gajah dan beberapa jenis tanaman hijau lainnya.
Jika normal, setiap domba akan dihargai antara Rp 1,2 juta hingga Rp 1,5 juta. ’’Dalam satu tahun, satu indukan bisa menghasilkan 2 sampai 3 kali anakan,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah