Pemerintah Desa (Pemdes) Sooko terus menggerakkan roda perekonomian masyarakat di dua dusun. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) unggulan desa terus digeliatkan lewat sektor kerajinan bordir dan topi yang sudah berdiri sejak tahun 2000-an.
KEPALA Desa Sooko Heppy Iswahyudi menuturkan terdapat 10 UMKM perajin bordir dan topi binaan desa yang aktif berproduksi hingga saat ini. Dari situ, terdapat 100 orang warga setempat diserap sebagai pekerja. ’’Untuk bordir itu seperti bordir baju, seragam sekolah, sampai bordir logo. Topi juga begitu, macam-macam,’’ jelasnya, kemarin (7/5).
Pelatihan dan pembinaan kolaborasi antara pemdes hingga pemda konsisten dilakukan hingga lintas dekade. Pemasaran langsung lewat gelaran pameran di dalam dan luar daerah ajeg diikuti. Tak ayal, produk warga Desa Sooko ini tak hanya dipasarkan di pulau Jawa saja. Tatapi juga ke penjuru Sumatra, Kalimantan hingga Sulawesi. ’’Kita juga kolaborasi dengan Disnakertrans Provinsi Jatim, kita sering mengirim produk unggulan ini ke sana,’’ ungkap Heppy.
Di tengah kompetisi pasar yang kian ketat, produk unggulan Desa Sooko ini justru mampu bersaing. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen di era modern ini, pelaku UMKM turut merambah layanan di sejumlah platform e-commerce. ’’Jadi mereka juga terus ikutu perkembangan digital sehingga pemasarannya semakin luas juga,’’ terangnya.
Rangkaian pembinaan untuk menggeliatkan UMKM ini sejalan dengan visi yang diusung pemdes untuk menggerakkan roda ekonomi dan kesejahteraan warga. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah