Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Gelar Upacara Adat Keleman, Berharap Panen Padi Melimpah

Yulianto Adi Nugroho • Rabu, 15 April 2026 | 03:12 WIB
UNGKAPAN SYUKUR: Masyarakat petani Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, mengikuti upacara adat keleman menyambut masa padi bunting, Minggu (12/4). (dok Pemdes Seloliman for JPRM)
UNGKAPAN SYUKUR: Masyarakat petani Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, mengikuti upacara adat keleman menyambut masa padi bunting, Minggu (12/4). (dok Pemdes Seloliman for JPRM)

 

Pemerintah Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, menggelar upacara adat keleman, Minggu (12/4). Tradisi ini menjadi sarana petani mengungkapkan rasa syukur sekaligus harapan agar tanaman padi terhindar dari hama dan mendapat hasil panen yang melimpah.

PENJABAT Kepala Desa Seloliman Sucipto menjelaskan, ritual keleman digelar saat tanaman padi mulai berisi. Momen tersebut terjadi sekitar 60 hari setelah tanam. Tradisi keleman juga dikenal dengan istilah tingkeban Dewi Sri alias syukuran hamilnya Dewi Sri. ’’Ini bentuk uri-uri budaya peninggalan leluhur sebagai kearifan lokal,’’ tuturnya, kemarin (14/4).

Sucipto mengatakan, dari seluruh lahan pertanian di Seloliman, hanya 40 persen yang ditanami padi pada musim tanam kali ini. Sedangkan 60 persen lainnya masih dibiarkan bera.

Kondisi itu terjadi lantaran tingginya serangan hama tikus hingga menghabiskan tanaman jagung pada musim tanam sebelumnya. ’’Dari realitas itu masyarakat berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa melalui leluhur desa dengan upacara adat keleman ini,’’ ungkapnya.

UNGKAPAN SYUKUR: Masyarakat petani Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, mengikuti upacara adat keleman menyambut masa padi bunting, Minggu (12/4).  (dok Pemdes Seloliman for JPRM)
UNGKAPAN SYUKUR: Masyarakat petani Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, mengikuti upacara adat keleman menyambut masa padi bunting, Minggu (12/4). (dok Pemdes Seloliman for JPRM)

 

Upacara keleman diikuti seluruh petani desa dengan pusat kegiatan di Punden Mbah Kereto Djoyo dan Mbah Sembujo di Dusun Sempur. Dipimpin ketua adat, masyarakat membawa tumpeng dari kawasan Wisata Sumber Bagong menuju lahan pertanian yang sudah ditentukan.

Arak-arakan kemudian dilanjutkan ke punden untuk menggelar tahlil dan doa bersama. Kegiatan disambung dengan purakan tumpeng dan makan bareng lalu diakhiri dengan gelaran hiburan bantengan.

’’Upacara adat ini sebelumnya diselenggarakan masyarakat secara mandiri, masing-masing petani. Selama ini belum pernah terkoordinir difasilitasi pemerintah desa. Jadi ini yang pertama dan rencananya akan menjadi agenda tahunan,’’ tutur Sucipto.

UNGKAPAN SYUKUR: Masyarakat petani Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, mengikuti upacara adat keleman menyambut masa padi bunting, Minggu (12/4).  (dok Pemdes Seloliman for JPRM)
UNGKAPAN SYUKUR: Masyarakat petani Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, mengikuti upacara adat keleman menyambut masa padi bunting, Minggu (12/4). (dok Pemdes Seloliman for JPRM)

 

Melalui upacara keleman yang digelar secara bersama-sama, masyarakat berharap doa yang dipanjatkan bisa lebih mustajab. Sucipto mengungkapkan, ritual keleman memiliki makna sebagai ungkapan rasa syukur petani karena tanaman padinya sudah bunting.

Harapannya, sejak bulir terisi hingga masa panen nanti tiba, tanaman tubuh subur dan terhindar dari hama penyakit serta hasilnya memuaskan. ’’Semoga kualitasnya baik, kuantitasnya juga banyak, harganya juga mahal,’’ harapnya. (adi/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Kecamatan Trawas #kelana desa #Desa Kita #desa seloliman