Budidaya ayam petelur menjadi pilihan efektif Pemerintah Desa (Pemdes)/Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto dalam mencukupi kebutuhan pangan warganya. Lewat program ketahanan pangan, 480 ekor ayam mulai dibudidayakan untuk diambil telurnya.
SEJAK Desember 2025, ratusan ayam telah didatangkan di kandang seluas 6 x 20 meter di tanah kas desa (TKD) setempat. Tak kurang Rp 80 juta anggaran dana desa (DD) telah dikucurkan untuk penyertaan modal awal. Sesuai perhitungan, ratusan ekor ayam akan rutin memproduksi telur sebanyak 20 kilogram (kg) setiap harinya.
Dari jumlah itu, puluhan kilogram ayam akan didistribusikan ke warga dengan harga murah, atau di bawah harga eceran tertinggi (HET). ’’Untuk ketahanan pangan, telah membangun kandang ternak ayam petelur yang dikelola BUMDes. Hasilnya bisa dijangkau warga dengan harga murah,’’ ujar Kepala Desa Kutorejo Akhmad Nurul Huda.
Huda meyakini budidaya telur ayam tersebut mampu mencukupi kebutuhan warga akan sumber protein. Selain itu, hasil penjualan telur juga dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi desa. ’’Dengan telur yang dihasilkan nanti, semoga bisa membantu mencukupi kebutuhan masyarakat,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah