Infrastruktur dasar di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, terus ditingkatkan. Salah satunya melalui pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Dusun Bulu dan Dusun Sugihwaras. Kehadiran jembatan baru tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat serta mempermudah akses pertanian.
Groundbreaking pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Mojosarirejo telah digelar pada Senin (30/3). Kegiatan itu dipimpin Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Batara Alex Bulo yang didampingi Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf Abi Swanjoyo dengan dihadiri perwakilan Forkopimda Kabupaten Mojokerto serta warga setempat.
Kepala Desa Mojosarirejo Wahyudi mengatakan, pembangunan jembatan diinisiasi oleh TNI AD. Proyek infrastruktur di Sungai Marmoyo ini berupa jembatan gantung bermaterial besi sepanjang 20 meter dengan lebar 1,2 meter. ”Di sini dulu ada jembatan dari bambu yang dibangun ABRI Masuk Desa pada tahun 1990-an. Sekarang jembatannya sudah hanyut, sehingga dibangun lagi,” jelasnya, kemarin (31/3).
Menurutnya, masyarakat sangat menantikan pembangunan jembatan tersebut. Selain diandalkan sebagai akses transportasi, warga antardesa juga membutuhkan untuk mempermudah aktivitas pertanian. Akibat tak ada jembatan, selama ini warga harus memutar jauh agar bisa menggarap sawah yang berada di seberang sungai. ”Dengan adanya jembatan ini aksesnya bisa lebih terbuka,” imbuhnya.
Wahyudi mengatakan, pembangunan jembatan dilaksanakan secara padat karya dengan melibatkan warga dan tentara. Kemarin, proses pembangunan telah mencapai tahap penggalian tanah untuk fondasi. Dengan terbangunnya kembali jembatan yang sudah bertahun-tahun mati, akses warga bisa lebih lancar.
Selain itu, keberadaan jembatan juga diharapkan dapat menopang akses pertanian, kesehatan, serta pendidikan. ”Dengan adanya jembatan ini konektivitas lima dusun di Desa Mojosarirejo yang terpencar-pencar bisa semakin tersambung,” harapnya. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah