Pemerintah Desa (Pemdes) Tambakrejo, Kecamatan Ngoro, berupaya untuk menjaga dan merawat warisan budaya. Salah satunya diwujudkan dengan membuka pelatihan tari tradisi dan kreasi bagi anak-anak generasi penerus.
Pelatihan digelar rutin setiap bulan yang dilaksanakan pada hari Sabtu di minggu pertama. Bertempat di Balai Desa Tambakrejo, pelatihan tari tradisi dan kreasi ini diselenggarakan secara cuma-cuma alias gratis. ”Alhamdulillah sudah berjalan kurang lebih lima kali pertemuan,” ungkap pelatih tari Desa Tambakrejo Purwanto.
Dia menjelaskan, dalam pelatihan tersebut, anak-anak tidak hanya diberikan materi terkait kesenian dan tradisi. Tetapi, juga belajar untuk mempraktikkan langsung sebagai wujud pelestarian budaya. Khusus untuk kalangan usia anak-anak, Purwanto memberikan pembekalan terkait gerakan Tari Keong Emas. ”Sedangkan untuk yang kalangan usia remaja kami beri materi Tari Rampak Bhineka,” ujarnya.
Di samping itu, para peserta yang berasal dari warga Desa Tambakrejo ini juga mendapatkan pelatihan yang dilakukan secara bersama-sama. Yakni, dengan belajar dan mempraktikkan gerakan tari khas Jawa Timur, Remo Gagrak Anyar. ”Programnya tak hanya pelatihan, tapi juga ada pentas untuk uji kompetensi. Ke depan kalau ada event di Desa Tambakrejo maupun di luar anak-anak akan kita tampilkan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tambakrejo Saumar menambahkan, pelatihan tari tradisi dan kreasi bertujuan untuk mewadahi dan mengembangkan bakat dan minat dari anak-anak. Selain itu, kegiatan rutin ini juga diharapkan menjadi bagian dari uri-uri budaya. ”Demi melestarikan dan mewariskan budaya, serta mengembangkan ekspresi diri dan kreativitas putra putri kita,” terangnya. (ram/ris)
Editor : Hendra Junaedi