Merawat moderasi beragama menjadi komitmen utama Pemerintah Desa (Pemdes) Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong. Sikap toleransi ini diwujudkan pemdes dan tokoh masyarakat dengan menghadiri warga nonmuslim yang sedang merayakan hari besar.
Salah satunya dilakukan dengan mengunjungi umat Kristiani yang merayakan Natal di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Dusun Manyarsari, pada Januari lalu. Segenap perangkat desa bersama tokoh masyarakat bersilaturahmi, dengan harapan kerukunan warga dapat tetap terjaga.
Bahkan, lokasi GJKW Pepanthan Manyarsari ini berdampingan dengan masjid dusun setempat. Meski berbeda keyakinan, namun praktik ibadah warga setempat berjalan normal. Termasuk saat memperingati Hari Raya Idul Fitri maupun Natal, masing-masing umat saling mengucapkan selamat.
Kondisi ini yang dinilai pemerintah desa patut untuk dilestarikan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan keberagaman warga Dusun Manyarsari menjadi percontohan bagi umat beragama di desa atau daerah lain. ’’Kami datang ke perayaan Natal untuk memberikan selamat sesama manusia. Pemerintah bertanggung jawab atas warganya beribadah sesuai keyakinan masing-masing,’’ ungkap Kades Gunungsari Susanto.
Dia menambahkan, dengan kerukunan yang tercipta, bukan tidak mungkin kesejahteraan juga turut terangkat. Semangat saling menghargai dan tolong menolong dinilai dapat mempererat setiap individu untuk saling bekerja sama dalam mencapai tujuan. Termasuk, saling membantu dalam meningkatkan perekonomian lewat usaha bersama berbasis kerakyatan. ’’Tujuan kami tidak hanya rukun, tapi juga menciptakan iklim ekonomi yang kondusif di lingkungan Desa Gunungsari,’’ tandasnya. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi