Kegiatan ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Desa Gunungsari, Kecamatan Dawablandong, Jum’at (17/10). Pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara aparat, pemerintah desa, dan masyarakat untuk mendorong kemajuan ekonomi lokal.
PELETAKAN batu pertama itu dihadiri langsung oleh Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Abi Swanjoyo, Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, serta Danrem 082/CPJY Mojokerto Kolonel Inf Batara Alex Bulo. Kegiatan tersebut menjadi simbolis dimulainya pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih yang juga dilaksanakan delapan ratus desa di Indonesia secara virtual dan serentak. ’’Program ini merupakan bagian dari nawacita Presiden Republik Indonesia yang harus kita wujudkan bersama. Koperasi Merah Putih menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui semangat gotong royong,’’ kata Bupati Albarraa, usai ground breaking.
Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Abi Swanjoyo menyatakan, kegiatan ground breaking Koperasi Merah Putih dilaksanakan serentak di seluruh provinsi di Indonesia.’’Sesuai dengan arahan pimpinan, kegiatan ini diawali di 800 titik di seluruh Indonesia, dan ke depan akan terus berkembang menjadi 20.000 hingga 80.000 titik pembangunan koperasi,” jelasnya.
Kepala Desa Gunungsari Susanto menuturkan, pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Desa Gunungsari merupakan yang pertama di Kabupaten Mojokerto. Oleh karenanya, pihaknya berbangga atas launching ground breaking tersebut. ’’Ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus mengembangkan kemandirian ekonomi melalui koperasi,’’ ungkapnya.
Santo menambahkan, terdapat beberapa rencana unit usaha yang akan dikembangkan melalui Koperasi Merah Putih sesuai dengan potensi dan kebutuhan desa. ’’Untuk pengelolaannya bakal dibentuk kepengurusan baru. BUMDes akan masuk dalam unit-unit Koperasi Merah Putih ini,’’ jelas dia.
Pihaknya menilai pembentukan Koperasi Merah Putih di tingkat desa dan kelurahan tentu akan memberikan berbagai manfaat signifikan. Yang mana, fungsi utamanya adalah sebagai penggerak utama perekonomian lokal, yang berpotensi menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan ekstrem, dan menjaga stabilitas harga melalui pengendalian inflasi. ’’Koperasi Desa Merah Putih Gunungsari ini punya potensi untuk menjadi pusat layanan ekonomi di desa, yang akan mengelola dan menyalurkan kebutuhan dasar warga. Apalagi, produk yang ditawarkan sangat beragam nantinya,’’ tandasnya. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi