Inovasi yang digagas Desa Ngarjo, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, berhasil membuahkan prestasi. Desa ini pun ditetapkan sebagai juara tiga lomba desa tingkat Provinsi Jatim tahun anggaran 2025.
KEPALA Desa Ngarjo Iva Mayawati mengungkapkan syukur atas capaian yang diperoleh. Untuk menjadi juara tiga memang tidak mudah. Semua lembaga desa, meliputi BPD, LPM, PKK, BUMDes, Gapoktan, dan Karangtaruna harus satu visi dengan pemerintah desa. ’’Alhamdulillah, juara tiga ini tentu menjadi semangat bagi Desa Ngarjo untuk lebih baik lagi ke depan. Sesuai jargon kami, Desa Ngarjo Semangat Berprestasi,’’ ungkapnya.
Berbagai program terus digeber pemdes baik pembangunan fisik maupun mental keagamaan. Termasuk pula, peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program BUMDes untuk mendorong UMKM kian berkembang. Serta, budidaya ikan lele yang juga menjadi salah satu unit BUMDes yang tengah dikembangkan.
Selain itu, pemdes juga memberdayakan gapoktan dan pengembangan Pupuk Ferinsa atau Fermentasi Urin Sapi. ’’Program Inovasi Desa yang terus kita tingkatkan. Terutama Inovasi di bidang pertanian yang merupakan penghasilan sebagian besar warga Desa Ngarjo. Ada manajemen tanaman sehat dan dan pupuk organik Ferinsa,’’ tuturnya.
Ketua BPD Ngarjo, Ahiyat, mengatakan kolaborasi dan sinergisitas yang dibangun membuahkan hasil. Dari hasil penilaian lapang 3 Juni lalu Desa Ngarjo, akhirnya ditetapkan menjadi juara tiga. ’’Alhamdulillah Desa Ngarjo bisa jadi juara 3. Sebagai ketua BPD tentu kami sangat bersyukur. Hasil persiapan yang cukup panjang akhirnya membuahkan hasil walaupun juara 3, semoga kedepan bisa lebih baik,’’ ungkapnya.
Ditetapkan sebagai juara tiga, membuat Desa Ngarjo turut diganjar uang penghargaan sebesar Rp 20 juta. Uang pembinaan ini tentu menjadi bagian support untuk pembangunan, utamanya untuk pemberdayaan masyarakat. ’’Jadi, untuk hadiah lomba desa dimasukkan dalam rencana anggaran perubahan. Digunakan untuk keperluan pembangunan desa,’’ tegasnya.
Raihan juara ketiga tingkat provinsi tersebut, terang Ahiyat, tentu akan menjadi evaluasi bagi pemerintah desa ke depannya. Baik dalam pengelolaan anggaran desa atapun program berdampak bagi masyarakat. Khususnya untuk mendongkrak perkopnomian warga dan kesejahteraannya. ’’Tak kalah penting, tentu harus terancang dengan baik. Dalam arti target yang jelas dan terukur. Pelaksanaanya konsisten dan pengawasannya juga harus maksimal,’’ jelasnya. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi