Desa Pandankrajan, Kecamatan Kemlagi
Suasana alam yang masih asri menjadi berkah bagi warga Desa Pandankrajan, Kecamatan Kemlagi. Tak jarang warga meraup hasil panen yang melimpah dari hasil bumi di Desa dengan empat dusun ini. Sebagai wujud rasa syukur, pemerintah desa (Pemdes) Pandankrajan menggelar sekedah desa yang berlangsung di kantor desa setempat, Minggu (7/9).
ACARA tahunan ini sekaligus memperingati 983 tahun berdirinya Desa Pandankrajan. Di mana, warga diajak uri-uri sejarah desa yang diperkirakan sudah berdiri sejak era Raja Airlangga memimpin Kerajaan Kahuripan. Hal itu dibuktikan dengan temuan Prasasti Pandan yang diperkirakan bertarikh 959 Saka atau sekitar tahun 1037 Masehi dan dibuat oleh Raja Airlangga.
Kepala Desa Pandankrajan Syafian mengungkapkan, sedekah desa ini merupakan agenda tahunan yang digelar sebagai wujud ungkapan syukur warga atas hasil bumi yang didapat warga tahun ini. Sehingga, warga dari empat dusun secara sukarela memberikan hasil buminya untuk dinikmati bersama. Yakni dengan menjadikan satu menjadi gunungan tumpeng yang diarak menuju balai desa.
’’Isinya beraneka jenis makanan, ada jajanan zaman dahulu hingga hasil bumi seperti jagung, ketela, singkong, padi, hingga sayur-sayuran,’’ terangnya. Syafian berharap, sedekah desa ini bisa tetap lestari dan dirayakan warga setiap tahun. selain wujud syukur, tradisi ini juga dalam rangka menjaga kerukunan antarwarga.
Hal itu yang disimbolkan oleh warga dengan mengarak gunungan dengan cara dipikul bersama-sama. ’’Harapannya warga tetap guyub rukun dan wujud syukur agar dijauhkan dari segala bala,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi