Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto Berdayakan Warga dengan Pelatihan Keterampilan Kreatif

Yulianto Adi Nugroho • Jumat, 29 Agustus 2025 | 16:10 WIB

DIBERDAYAKAN: Warga Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, mengikuti sosialisasi dan pelatihan keterampilan kreatif, 13 Agustus lalu.
DIBERDAYAKAN: Warga Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, mengikuti sosialisasi dan pelatihan keterampilan kreatif, 13 Agustus lalu.
 

 

 Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, tak berhenti berinovasi dalam bidang pelestarian kebudayaan dan ekonomi kreatif. Warga dari tokoh masyarakat hingga pemuda kini diberdayakan dengan berbagai pelatihan keterampilan kreatif.

 PELATIHAN terhadap masyarakat di desa yang memiliki banyak peninggalan Kerajaan Majapahit itu digelar Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI, Rabu (13/8). Lewat program bertajuk Cak Daya Masuk Desa, warga mendapat sosialisasi dan pelatihan tiga jenis keterampilan. Ketiganya meliputi penjor atau seni menghias bambu, seni tari, dan pelatihan kreator konten. ’’Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat khususnya generasi muda dapat menjadi agen pelestari budaya sekaligus penggerak inovasi,’’ kata Kepala Desa Bejijong Pradana Tera Mardiatna.

Menurutnya, tiga bentuk keterampilan itu berkaitan dengan upaya melestarikan budaya sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif. Penjor yang merupakan kerajinan hiasan bambu menjadi peluang peluang bisnis baru bagi warga. Lini usaha ini menambah keberagaman produk kreatif warga yang selama ini dihasilkan seperti patung batu dan aksesori berbahan logam cor.

Berbekal kemampuan membuat konten yang menarik, masyarakat bisa mempromosikan budaya dan seluruh potensi Desa Bejijong yang berstatus Desa Wisata Kampung Majapahit. ’’Jadi tidak hanya menjaga kearifan lokal, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif bagi warga desa,’’ imbuhnya.

Menurut Pradana, tokoh masyarakat, pemuda, hingga perangkat desa antusias mengikuti kegiatan pengembangan inovasi tersebut. Termasuk saat pelatihan menari yang merupakan bagian penting dari identitas seni Jawa Timur. Kehadiran serta kontribusi berbagai elemen ini mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga warisan budaya sekaligus menyesuaikannya dengan perkembangan zaman. ’’Interaksi antara narasumber dan peserta berlangsung hangat, dengan antusiasme yang terlihat dari banyaknya pertanyaan dan ide yang muncul selama sesi diskusi,’’ tandasnya. (adi/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#ekonomi kreatif #bejijong trowulan #pelatihan #pelestarian budaya