INFRASTRUKTUR bagian dari fokus pembangunan Pemerintah Desa Watesprojo Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Hal ini sebagai wujud komitmen dalam memberikan kenyamanan dan peningkatan kesejahteraan warganya.
Kades Watesprojo Sukiyam mengatakan, infrastruktur tetap menjadi prioritas pemerintah desanya di tahun anggaran berjalan. Hal itu sejalan dengan program pemerintah pusat dan Pemkab Mojokerto. ’’Melalui infrastruktur, diharapkan kesejahteraan dan perekonomian warga bisa meningkat,’’ ungkapnya.
Benar saja, selain perbaikan jalan lingkungan, tahun ini pemdes tengah fokus melakukan perbaikan tembok penahan tanah dan jalan yang berada di depan kantor desa. Memanfaatkan dana desa, pembangunan infrastruktur ini sekaligus bisa mendukung ketahanan pangan di lingkungan warga. ’’Saat ini pengerjaan fisik sedang berlangsung. Selain memperkuat badan jalan, plengsengan yang kita bangun ini sekaligus difungsikan untuk pengairan di sawah petani. Ini bagian dari dukungan swasembada pangan di desa,’’ tegasnya.
Pemdes juga tengah melakukan perbaikan tangga sebagai akses ke lantai dua di kantor desa. Kegiatan ini bagian dari upaya desa menyiapkan kantor pelayanan publik yang layak, aman dan nyaman kepada masyarakat. ’’Prinsipnya pembangunan tangga kantor desa ini upaya kita memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Setidaknya saat warga membutuhkan pelayanan, bisa nyaman saat datang ke kantor desa,’’ tuturnya.
Tak sekadar itu, pemberdayaan pelaku IKM dan UMKM sebelumnya juga tak luput dari program pemdes yang terus digeber. Salah satu upaya yang dilakukan dengan membuka Pasar Minggu di ruas jalan masuk desa. Berlangsung sejak 2018, pasar minggu ini membawa dampak positif bagi masyarakat. Bahkan, disebutkannya, setidaknya ada 35-40 lapak pedagang yang buka. Mereka menjajakan berbagai produk kuliner lokal. Menurutnya, Pasar Minggu ini bagian dari terobosan yang dilakukan pemerintah desanya. ’’Pasar minggu di desa kami ini bagian dari strategi untuk mendongkrak perekonomian warga. Baik warga Watesprojo sendiri atau pun warga luar desa yang ikut tergabung,’’ bebernya. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi