Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Mojosari
Pemerintah Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Mojosari, merintis ekosistem usaha batik canting bagi ibu rumah tangga. Paguyuban yang memproduksi batik khas dengan merek dagang sendiri nantinya akan dibentuk untuk mewadahi kreativitas perajin.
PROGRAM pemberdayaan masyarakat itu telah diawali dengan menggelar pelatihan membatik tulis dengan alat canting. Pelatihan yang berlangsung mulai pekan ini tersebut diikuti sebanyak 68 peserta ibu rumah tangga. ’’Pesertanya dari anggota ibu-ibu PKK dan warga,’’ kata Lurah Sarirejo Purwo Edi Susanto, kemarin (26/6).
Menurutnya, pelatihan digelar dengan menggandeng praktisi di bidang kerajinan kain batik. Peserta diberi pengetahuan dan pendampingan cara membuat batik tulis dari awal sampai akhir. Mengingat peserta masih pemula, pelatihan akan kembali digelar secara kontinyu sampai mahir. ’’Karena memang membatik prosesnya panjang, jadi rencana ada kelanjutannya. Nanti kami saring lagi ibu-ibu yang punya bakat dan keinginan yang kuat untuk bisa membatik,’’ tuturnya.
Purwo Edi menyatakan, pihaknya berencana membentuk paguyuban membatik untuk menaungi perajin yang telah menjalani pelatihan. Nantinya, Kelurahan Sarirejo bakal memiliki batik khasnya sendiri yang dijual dengan merek dagang.
Menurutnya, antusiasme tinggi yang ditunjukkan masyarakat menjadi modal penting dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif ini. ’’Dengan harapannya bisa menjadi pertambahan penghasilan bagi ibu-ibu rumah tangga,’’ tandas dia.
Program pemberdayaan dengan membatik di Kelurahan Sarirejo juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Wakil Bupati M. Rizal Octavian mengatakan, pelatihan ini dapat menambah keahlian dan menjadi sumber pendapatan alternatif bagi ibu rumah tangga. Apalagi, menurutnya, nilai jual batik canting biasanya lebih mahal karena memiliki tingkat kesulitan tersendiri. ’’Hal ini menjadi nilai tambah ekonomis pada batik yang dihasilkan karena proses pembuatannya yang membutuhkan waktu dan ketekunan yang lebih daripada batik cap,’’ ucapnya. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi