Dampak bencana banjir akibat curah hujan tinggi terus diwaspadai Pemdes Gayaman, Kecamatan Mojoanyar. Salah satunya dengan memperbaiki tanggul Sungai Gayaman yang ambrol usai diterjang banjir beberapa waktu lalu.
Sejak Maret lalu, puluhan warga di Dusun Gayaman berbondong-bondong memperbaiki beberapa titik tanggul yang ambrol akibat dihantam derasnya aliran air anak Sungai Sadar ini. Bronjong selebar 8 meter dan kedalaman 3 meter tersebut ditata untuk mencegah meluasnya erosi bibir sungai.
Kepala Desa Gayaman Joko Wahyudi mengatakan, pembuatan tanggul harus dikerjakan untuk menghindari kerusakan lebih parah. Khususnya, di sisi timur sungai yang berbatasan langsung dengan jalan cor dan permukiman warga.
’’Sebenarnya longsornya sudah lama, sekitar 1,5 tahun lalu. Namun, baru bisa direalisasikan pembangunan tanggul setelah kami mengajukan bantuan bronjong dari BPBD,’’ ungkapnya. Joko mengakui Desa Gayaman menjadi daerah langganan banjir karena menjadi daerah hilir Sungai Cemporat yang mengalir dari kawasan Pacet dan sekitarnya.
Saat hujan lebat tiba, aliran sungai kerap meluap hingga merendam permukiman warga, khususnya di Dusun Tambakrejo sebagai kawasan paling parah. Untuk itu, pemdes turut mengusulkan pembuatan tembok penahan tanah (TPT) selebar 30 meter.
Tujuannya adalah untuk menghalau air agar tidak sampai masuk ke permukiman warga. ’’Kami juga mengusulkan ke BBWS Brantas untuk pembuatan TPT senilai Rp 3 miliar di Dusun Tambakrejo yang selalu banjir dan memasuki permukiman warga,’’ pungkasnya. (far/ris)
Editor : Hendra Junaedi