Gunung Penanggungan masih menawarkan panorama alam dan wisata sejarah yang asri dan alami. Salah satunya Bukit Metet dan Bukit Jambe di Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas, yang menyimpan ketenangan di atas Gunung Pawitra.
Bahkan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Adhinata Mandiri Kedungudi bersama tim pendakian via Kedungudi telah membidik dua bukit ini sebagai camping ground yang menarik bagi pengunjung. Khususnya bagi pendaki pemula yang akan dimudahkan dengan jarak tempuh menuju bukit yang singkat.
Sejak 2024 lalu, mereka bahkan telah membuka akses menuju kedua bukit tersebut agar bisa dilewati. Termasuk menyiapkan sejumlah fasilitas yang bisa digunakan pengunjung selama camping di lokasi. Sehingga para pendaki bisa menikmati keindahan panorama alam Gunung Penanggungan yang sejuk dan rindang.
’’Rencananya tahun ini kami ajukan sebagai camping ground baru. Jaraknya lebih singkat dan tidak terlalu menanjak. Pandangan ke bawah gunung juga luas. Sehingga sangat bagus jika dinikmati saat malam hari,’’ ujar Ketua BUMDes Adhinata Mandiri Kedungudi Didik Sugianto.
Untuk mewujudkan mimpi itu, Didik akan bekerja sama dengan Perhutani dan warga untuk sharing pengelolaan. Mereka juga akan mempromosikan camping ground tersebut ke para pecinta alam yang ada di Jawa Timur. Tidak hanya keindahan view, BUMDes juga akan menawarkan wisata sejarah kepada pengunjung di kawasan gunung yang disucikan itu.
Yakni, dengan melewati beberapa candi peninggalan Majapahit yang berdiri di sekitar lokasi. Seperti Candi Carik, Candi Lurah, atau Situs Selokelir. Termasuk puncak Sarah Klopo yang belakangan menjadi destinasi favorit pendaki dengan padang savana yang luas. ’’Lokasinya terjangkau dengan destinasi wisata lain. Seperti Candi Selokelir dan Candi Lurah. Lokasinya juga masih di bawah Sarah Klopo,’’ pungkasnya. (far/ris)
Editor : Hendra Junaedi