SELAMA sehari penuh, Pemerintah Desa Batankrajan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, menggelar kegiatan religi, Sabtu (22/2). Tradisi tersebut rutin diselenggarakan setiap tahun untuk menyambut bulan Ramadan sekaligus ruwah desa.
Pada pagi hari, seluruh masyarakat Desa Batankrajan menggelar pengajian bersama untuk mengirimkan doa untuk leluhur. Malam harinya, ruwah desa dilanjutkan dengan salawatan bersama yang turut dihadiri masyrakat dari luar desa. ’’Alhamdulillah, ini sudah menjadi tradisi di desa kami, sebelum memasuki bulan Ramadan ada ruwah desa,’’ kata Kepala Desa Batankrajan, Antony Wijohari.
Salawat bersama itu kian semarak dengan kedatang sejumlah tokoh agama. Seperti Ustadz Bahrul Ulum, Ustadz Zainal Fanani, Ustadz Miftahul Khoir, Ustadz Raka Endi, dan Gus Muhammad Izzul Kafie. Selain itu, acara ini juga dimeriahkan oleh kehadiran Cak Cuplis CS. ’’Tradisi Ruwah Desa ini bukan hanya sekadar perayaan. Tetapi juga menjadi ajang untuk memperkuat kebersamaan dan meningkatkan keimanan masyarakat menjelang Ramadan,’’ imbuhnya.
Dia juga berharap tradisi ini dapat terus dilestarikan oleh generasi mendatang agar nilai-nilai keislaman dan kebersamaan dalam masyarakat tetap terjaga. Dengan adanya dukungan dari pemerintah desa dan antusiasme masyarakat, diharapkan kegiatan ini bisa terus berlangsung dan makin meriah pada tahun-tahun mendatang. ’’Dengan kegiatan-kegiatan positif seperti ini bisa menjadi kita khususnya Pemdes Batankrajan masyarakatnya mendapatkan barokah,’’ ulas Tony.
Selain bersalawat, Ruwah Desa Batankrajan juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan lainnya, seperti doa bersama dan santunan kepada anak yatim. Semua ini menjadi bentuk nyata dari semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. ’’Dalam momen ini, kita mensyukuri atas apa yang sudah diberikan selama ini sehingga kita, Insyaallah akan bertemu bulan suci Ramadan bulan depan,’’ pungkasnya. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi