Tingginya nilai ekonomi kelinci membuat Pemdes Sambiroto mengembangkan peternakan hewan berkuping panjang satu ini. Sebanyak 4 kelompok masyarakat (pokmas) sukses mengembangbiakkan jenis hewan herbivora tersebut.
Keempat pokmas tersebut digandeng pemdes dengan dimodali senilai Rp 40 juta. Setiap kelompok kini mampu menghasilkan 15-20 ekor anakan kelinci siap jual tiap bulannya. Kelinci jenis New Zealand dan Hayla dipilih untuk diternak dan dikawin silangkan dengan kelinci lokal.
Seekor kelinci usia 30-45 hari jeni luar tersebut bisa dihargai Rp 120 ribu. Sedangkan kelinci lokal kisaran Rp 35 hingga Rp 40 ribu per ekor. ”Sebenarnya kelinci punya nilai jual tinggi, tapi belum banyak orang mampu yang membudidayakan. Kami punya tanah kas desa (TKD) dan praktisi peternakan kelinci yang bisa dimanfaatkan untuk menambah penghasilan masyarakat,” ungkap Kepala Desa Sambiroto, Ahmad Farid Ainul Alwi. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi