Menyulap Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko sebagai kawasan wisata kampung anggur menjadi komitmen pemerintah desa (pemdes) dalam mengembangkan ekonomi ikonik bagi warga setempat. Program budi daya anggur berbagai varietas tersebut berhasil menarik wisatawan dari berbagai daerah untuk berkunjung ke desa berpenduduk 7.800 jiwa ini. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, maka perputaran ekonomi warga semakin meningkat.
Kampung Anggur sejatinya dirintis sejak tahun 2021 silam. Bermula dari Aan Iqbal, warga setempat, yang sukses membudidayakan tanaman perdu tersebut di rumahnya. Inovasi ini lantas dikembangkan pemdes dengan membentuk tiga kelompok tani (poktan) anggur di tiga rukun warga (RW) sekaligus. Selama tiga tahun pendampingan, tumbuhan perdu tersebut ternyata mampu menghasilkan ratusan kilogram buah anggur.
’’Target Kampung Anggur Mojopahit ini bisa berkembang di sembilan RW. Sementara ini baru terealisasi di tiga RW. Sudah ada sekitar 60 KK yang sukses mengembangkan pertanian anggur di rumah mereka masing-masing,’’ ungkap Kepala Desa Kedungmaling Edi Prabowo.
Pemdes juga akan menarik wisatawan untuk lebih banyak berkunjung ke kampung anggur dengan gencar mempromosikan wisata petik anggur. Termasuk, mengembangkan hasil panen anggur menjadi produk olahan unggulan. Seperti selai, asinan, hingga produk UMKM lainnya berbahan dasar anggur. ’’Masih dalam proses uji coba untuk produksi makanan ringan hasil olahan buah anggur. Nantinya bisa dijadikan buah tangan atau produk unggulan yang bisa diekspor,’’ imbuhnya. (far/ris)
Editor : Hendra Junaedi