Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Desa Karangkedawang, Kecamatan Sooko Tingkatkan Kecukupan Gizi lewat Pekarangan Pangan Lestari

Yulianto Adi Nugroho • Jumat, 18 Oktober 2024 | 15:05 WIB
DIBERDAYAKAN: Warga Desa Karangkedawang, Kecamatan Sooko mengikuti pelatihan Pekarangan Pangan Lestari dari Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, kemarin.
DIBERDAYAKAN: Warga Desa Karangkedawang, Kecamatan Sooko mengikuti pelatihan Pekarangan Pangan Lestari dari Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, kemarin.

Warga Desa Karangkedawang, Kecamatan Sooko ramai-ramai menanam aneka jenis sayur di pekarangan rumah. Selain menjadi upaya memanfaatkan lahan kosong, kegiatan berkebun ini diharapkan mampu meningkatkan kecukupan gizi masyarakat.

Program pertanian bertajuk Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dari Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto itu sudah berlangsung selama sebulan terakhir. Sekitar 20 ibu-ibu tergabung dalam kelompok wanita tani (KWT) Desa Karangkedawang mendapat pelatihan terkait pertanian yang memanfaatkan pekarangan rumah.

”Kami mendapat program P2L berupa pembibitan tanaman, tempatnya di RW 05. Warga diajak berkebun sayuran-sayuran dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah,” jelas Sekretaris Desa Karangkedawang Saidul Anam, kemarin (17/10).

Usai tahapan pembibitan, kemarin warga mendapat pelatihan soal perawatan hingga bahaya penyakit tanaman. Anam mengatakan, warga antusias mengikuti program ini. Tak hanya menjadi pengisi waktu luang ibu-ibu, lahan pekarangan mereka pun kini bisa termanfaatkan.

Selain itu, kebutuhan bahan pangan warga juga semakin terpenuhi dan bervariasi, karena bisa memetik sayur dari kebun sendiri. ”Harapan kami ini juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” imbuh Anam.

Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Disperta Kabupaten Mojokerto Fathur Rohman menuturkan, pelatihan kemarin merupakan yang kedua. Selain di tanah pekarangan, warga juga diajak menanam di polybag. Jenis sayuran yang dibudidayakan ini meliputi, terong, cabai, hingga kacang panjang.

Menurutnya, pertanian hortikultura tersebut dilakukan secara organik tanpa pupuk kimia. Sebab tujuannya untuk konsumsi rumah tangga, bukan dijual. ”Untuk peningkatan gizi dan arahnya ke pengentasan stunting,” jelasnya. (adi/ris)

Editor : Hendra Junaedi
#sooko mojokerto #kecukupan gizi #sayuran