Puluhan peserta Sekolah Orang Tua Hebat ( SOTH) program rintisan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Desa Sumberjati, Kecamatan Jatirejo dinyatakan lulus dan menjalani wisuda, pekan lalu. Dengan pendidikan yang ditempuh selama 13 pertemuan, para ibu di desa tersebut telah dibekali pengetahuan dan wawasan tentang pendidikan keluarga.
Materi tersebut meliputi, perencanaan hidup berkeluarga, pendidikan, pola asuh anak, pembentukan krakter anak, kesehatan dasar, hingga pemenuhan gizi anak usia dini. Kepala Desa Sumberjati Siti Silfiyah mengatakan, SOTH merupakan salah satu upaya untuk menurunkan stunting. Dia juga menyampaikan rasa bangganya kepada para ibu-ibu hebat yang telah rela meluangkan waktunya untuk mengikuti pendidikan selama 3 bulan. ’’Saya minta 20 orang tua yang telah diwisuda ini, bisa mengimplementasikan pola asuh balita hebat,’’ ungkap Silfi.
Silfi menambahkan, program SOTH sangat penting dalam mendukung ketahanan keluarga di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Wisuda SOTH ini diharapkan menjadi awal dari komitmen bersama antara pemerintah desa, masyarakat, dan instansi terkait dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk tumbuh kembang anak-anak di Desa Sumberjati. ’’Peran orang tua dalam mendidik anak tidak dapat digantikan. Dengan program SOTH ini, kami berharap para orang tua dapat menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya,’’ imbuh Silfi.
Dijelaskannya, SOTH menjadi sekolah dengan terobosan untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan wawasan orang tua dalam mengasuh anak, terutama anak balita. Khususnya agar lebih memahami kebutuhan psikologis anak. ’’Selain itu sebagai program prioritas nasional saat ini, SOTH juga untuk menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045,’’ papar dia.
Pihaknya mengimbau para orang tua yang telah diwisuda harapannya bisa menularkan ilmunya kepada keluarga, tetangga, maupun kepada masyarakat sekitar. Yaitu pada penerapan etika terhadap anak dan keluarga, penerapan hidup sehat di keluarga dan tentang pemberian makanan sehat dan gizi yang seimbang. ’’Yang terakhir tak kalah penting, yakni penerapan kehidupan yang seimbang baik di dunia dan di akhirat,’’ pungkasnya. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi