Ekosistem wisata di Desa Bejijong turut didukung dengan keberadaan pelaku seni yang konsisten melestarikan warisan budaya Nusantara. Seni tari hingga pewayangan diwariskan pada generasi muda Desa Bejijong. ”Untuk terkait seni dan budaya ini kita dibantu oleh Lembaga Adat Desa,” ujar Kades Bejijong Pradana Tera Mardiatna.
Ada dua sanggar seni yang cukup dikenal di desa dengan dua dusun ini. Yakni, Sanggar Tari Biyung Pandansari dan Sanggar Wayang Mbah Pit Asmoro. Sanggar-sanggar ini melibatkan generasi muda dari karang taruna. Tujuannya, tak lain sebagai wadah pembelajaran sekaligus mencetak seniman muda.
”Untuk sanggar tari, SDM pengajarnya dari karang taruna. Yang aktif untuk mengisi kegiatan resmi dari daerah sampai provinsi ada 16 penari. Termasuk satu kelompok kuda lumping,” paparnya. Hal itu, dipertegas digelarnya event 1.000 tari pelajar di Desa Bejijong yang digawangi karang taruna, hingga para guru baru-baru ini.
Sedangkan sanggar wayang, hingga kini ada sekitar empat orang yang konsisten mendalang di Mojokerto. Salah satunya untuk meneruskan spirit Mbah Pit Asmoro yang merupakan dalang kondang era 60-an tersebut untuk uri-uri budoyo. ”Ada satu orang perajin atau pembuat wayang kulit yang masih produksi sampai sekarang,” tukas Pradana. (vad/ris)