Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Desa Seloliman, Kecamatan Trawas Cegah Peredaran Narkoba dan TBC di Kalangan Remaja

Farisma Romawan • Rabu, 2 Oktober 2024 | 15:10 WIB
ANTISIPASI: Pemerintah Desa Seloliman, Kecamatan Trawas menggelar penyuluhan dan sosialisasi penanggulangan narkoba dan TBC, Sabtu (28/9).
ANTISIPASI: Pemerintah Desa Seloliman, Kecamatan Trawas menggelar penyuluhan dan sosialisasi penanggulangan narkoba dan TBC, Sabtu (28/9).

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Istilah tersebut yang tengah digelorakan Pemerintah Desa (Pemdes) Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto dalam menyosialisasikan gerakan bersih narkoba. Khususnya di kalangan remaja yang rentan terkontaminasi zat narkotika dari luar daerah.

Untuk itu, penyuluhan dan pelatihan penanggulangan narkoba digeber pemdes bersama Forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkopimca) Trawas. Seperti yang terlihat saat penyuluhan yang digelar, Sabtu (28/9) di balai desa setempat. Menggandeng Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Mojokerto, penyuluhan diikuti 50 remaja dari tiga dusun, yakni Balekambang, Sempur, dan Biting.

Tidak hanya diberi materi tentang jenis-jenis narkotika dan bahayanya, puluhan pemuda mulai usia 15 hingga 30 tahun ini juga diajari tentang penanggulangannya. Mulai dari berkoordinasi dengan perangkat desa dan bhabinkamtibmas setempat. Sebelum akhirnya dilaporkan ke aparat penegak hukum jika ditemukan seseorang yang dicurigai sebagai pengedar barang haram.

’’Kegiatan penyuluhan ini khusus untuk kalangan remaja desa. Meskipun desa kami berada di wilayah hutan dan pegunungan, namun adanya aktivitas wisata juga menjadi pintu masuk peredaran narkoba,’’ ungkap Kades Seloliman, Rais. Tidak hanya bahaya narkoba, pemdes juga turut menyosialisasikan tentang bahaya dan pencegahan penyakit tuberkulosis (TBC).

Yang mana, penyakit menular tersebut dapat menjadi wabah jika tidak segera diantisipasi dan diobati. Tidak hanya dengan penyuluhan, pemdes juga menyiagakan tim medis di balai desa yang akan bertugas memantau kondisi kesehatan masing-masing warga setiap harinya.

Dengan pemantauan tersebut, diharapkan warga juga peduli dengan kesehatannya dengan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. ’’Petugas medis dan obat-obatan kami stand by-kan setiap hari. Jika ada keluhan, maka akan langsung ditangani secara medis,’’pungkasnya. (far/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#trawas mojokerto #anti narkoba #tbc