MASYARAKAT Desa Pandankrajan, Kecamatan Kemlagi menggelar Sekedah Desa ke-982, Minggu (22/9). Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun ini tetap dilestarikan dengan melakukan arak-arakan gunungan dan kirab budaya.
Kepala Desa Pandankrajan Syafian mengungkapkan, Sedekah Desa merupakan hajatan tahunan yang digelar sebagai wujud ungkapan rasa syukur.
Sehingga, warga dari empat dusun secara gotong royong membuat gunungan yang diarak menuju ke balai desa. ’’Kurang lebih ada 20 gunungan. Isinya beraneka jenis makanan, ada jajanan zaman dahulu hingga hasil bumi,’’ ungkapnya.
Menurutnya, Sedekah Desa Pandankrajan hingga kini tetap diuri-uri oleh masyarakat sejak zaman nenek moyang. Rahun ini merupakan yang menginjak ke-982.
’’Sedekah desa ini merupakan tradisi sejak sejak dahulu. Maknanya untuk menyelamati desa yang menjadi tempat tinggal, makan, hingga mencari rezeki agar tetap melimpah dan diberkahi,’’ ulasnya.
Di sisi lain, ungkap Syafian, Sedekah Desa Pandankrajan juga dilestarikan dalam rangka menjaga kerukunan antarwarga. Itu disimbolkan dengan mengarak gunungan yang dilakukan dengan dipikul bersama-sama. ’’Harapannya warga tetap guyub rukun dan wujud syukur agar dijauhkan dari segala bala,’’ paparnya.
Bupati Ikfina Fahmawati yang turut hadir dalam Sedekah Desa Pandankrajan mengapresiasi atas spirit dan kekompakan masyarakat yang tetap melestarikan salah satu tradisi warisan dari leluhur.
Diharapkan, agenda tahunan tersebut ke depan akan semakin memperkuat keharmonisan masyarakat. ’’Semoga warga Pandankrajan bisa tetap kompak dan rukun,’’ tuturnya.
Dengan digelarnya sedekah desa, Ikfina juga turut mendoakan agar hasil bumi yang disedekahkan warga akan membuat hasil panen yang akan datang menjadi berlimpah. Dan, areal persawahan juga tetap diberi kesuburan dan meningkatkan kualitas hasil pertanian.
’’Semoga semua sawahnya masyarakat Pandankrajan airnya mengalir dengan baik, hasil tanamannya bagus, panennya banyak dan bagus,’’ harapnya.
Selain arak-arakan gunungan, dalam tradisi Sedekah Desa Pandankrajan juga dilaksanakan kirab budaya dan pagelaran seni. (ram/fen)
Editor : Hendra Junaedi