Di tangan belasan anak-anak muda Desa Mojosarirejo, Kecamatan Kemlagi, lahan yang semula kosong kini telah disulap menjadi kolam budi daya lobster air tawar. Tidak sekadar membudi dayakan, para kawula muda ini juga sukses mengolah dan mengelola lobster menjadi makanan siap saji. Dari usaha itu, jutaan rupiah berhasil mereka kantongi setiap bulannya.
INOVASI tersebut tak lepas dari ide sang ketua Karang Taruna Desa Mojosarirejo Muhammad Miftahul Ulum yang sempat coba-coba membudidayakan udang besar tersebut pada tahun 2022 lalu. Dia melihat, ada potensi besar yang dimiliki desanya namun kurang tereksplorasi dengan baik. Utamanya melimpahnya air mengalir beserta vegetasinya sebagai sumber penghidupan bagi ikan dan sejenisnya.
Hingga pada akhirnya, Ulum-sapaan akrabnya-memilih lobster sebagai objek budi daya karena memiliki nilai ekonomi tinggi. ’’Di sini kan air tinggal ambil dari anak Sungai Brantas. Kemudian ada juga kangkung yang tumbuh liar yang bisa dijadikan makanan tambahan lobster. Prinsipnya, makin banyak makanan tambahan, maka biaya untuk pakan bisa ditekan,’’ ungkapnya.
Bersama 17 teman-temannya yang tergabung di karang taruna Tunas Mandiri, Ulum lantas mengembangkan usahanya lewat program kemitraan. Bahkan, saat ini sudah ada 7 mitra yang sudah bergabung dan berhasil mengembangbiakkan lobster air tawar. Dari budi daya itu, omzet yang didapat sudah mencapai Rp 7 juta setiap pekannya.
’’Dahulu modal awalnya antara Rp 70-90 juta. Setiap minggu, bisa panen 20 kilogram (kg) udang. Atau kalau dirupiahkan dengan dikurangi risiko bisa dapat omzet senilai Rp 7 juta dari beberapa kolam yang ada,’’ tandasnya.
Tidak sekadar budi daya, Ulum juga mengembangkan usahanya lewat pengolahan lobster menjadi makanan siap saji. Seperti lobster asam manis atau rica-rica lobster yang semuanya bisa disajikan dan mix dengan berbagai jenis bahan makanan lainnya.
Lewat produk Lobster Kampoeng, Ulum dkk kini telah menjadi pemasok utama di 4 rumah makan seafood di Surabaya. Dengan pengelolaan hulu sampai hilir, dirinya optimistis budi daya dan pengelahan lobster buatannya bisa menghidupi dan membiayai belasan pemuda di kampungnya.
’’Yang perempuan bagian mengolah lobster menjadi makanan. Kami sudah menjalin kerja sama sebagai supplier di empat rumah makan seafood di Surabaya. Akan kami kembangkan lebih besar lagi,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi