PEMERINTAH desa (Pemdes) Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto akan membangun waduk baru yang berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan air.
Selain untuk meningkatkan kualitas dan hasil pertanian setempat, waduk tersebut nantinya juga difungsikan untuk fasilitas wisata bagi warga sekitar.
Pembangunan waduk nantinya akan memakan lahan seluas 70 x 100 meter.
Letaknya di antara Dusun Brejel Utara dengan Dusun Brejel Selatan. Pembangunan waduk ini merupakan inisiasi dari warga setempat saat musyawarah dusun beberapa waktu lalu.
Mereka menginginkan ada cadangan air yang bisa dimanfaatkan untuk mengairi sawah mereka, utamanya saat musim kemarau tiba.
’’Saat musim kemarau, petani cabai dan padi dari dusun brejel utara dan selatan butuh banyak air. Selama ini mereka hanya memanfaatkan kubangan, sehingga belum bisa menampung air dalam jumlah besar,’’ ungkap Kepala Desa Pucuk, Nanang Sudarmawan.
Pemdes saat ini telah mengupayakan pembangunan dengan mengubah status lahan lebih dulu.
Dari pertanian hijau produktif menjadi lahan untuk penggunaan sumber daya air. Setelah itu, dilakukan telaah oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk kelayakannya.
Jika sudah, pemdes akan menindaklanjuti dengan pengerukan dan pembuatan bendungan.
’’Sekarang ini masih dalam proses pengurusan status lahan. Karena informasi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN), masih dalam status lahan hijau produktif,’’ tambahnya.
Nanang menegaskan, waduk tersebut nantinya tidak sekadar untuk pertanian saja, tetapi juga untuk wahana wisata bagi warga Dawarblandong.
Bahkan, Nanang telah membuat site plan pembangunan taman pintar di lokasi waduk. Taman tersebut nantinya akan menjadi tempat wisata bermain dan keluarga.
Selain menyediakan pengetahuan tentang pengolahan air untuk pertanian, di taman pintar nantinya juga tersedia sejumlah wahana permainan.
Mulai dari playground, taman baca, lapangan mini soccer, rumah budaya, skatepark, mini ampitheater, taman lansia, green house hingga foodcourt.
Anggaran senilai Rp 5 miliar mulai diwacanakan dan diusulkan untuk merealisasikan tempat wisata edukatif tersebut. ’’Masih dalam wacana, namun site plan sudah kami buat,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi