Warga Desa Cembor, Kecamatan Pacet mengatasi persoalan sampah organik menggunakan biopori. Selain mengurangi limbah dapur, pembuatan lubang ini juga menjadi sarana menyuburkan tanah hingga meningkatkan kualitas air.
Upaya pengendalian sampah itu seperti yang dilakukan bersama mahasiswa KKN dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya pekan lalu. Lubang biopori dibuat di pekarangan rumah warga, khususnya ibu rumah tangga yang menjadi anggota TP PKK.
”Ini sangat bermanfaat bagi warga untuk mengatasi permasalahan sampah organik,” kata Kepala Desa Cembor Mustofa kemarin.
Dengan dimasukkan ke lubang biopori, sampah rumah tangga dan dapur bisa menjadi kompos. Hal ini tentu dapat mengurai persoalan sampah, khususnya jenis organik.
Agar biopori bisa berfungsi optimal, warga juga diberi pelatihan untuk mengelolanya. Tak hanya mengurangi pembuangan sampah secara sembarangan, keberadaan lubang tersebut juga punya banyak manfaat lain. Seperti membantu menyuburkan tanah, menghasilkan pupuk organik, hingga meningkatkan kualitas air.
Mustofa mengatakan, selain pengelolaan sampah, upaya pemberdayaan warga melalui gerakan PKK juga dilakukan dengan berbagai kegiatan. Seperti yang sebelumnya telah berlangsung, yakni pelatihan pembuatan batik ecoprint.
Kegiatan ini membantu warga dalam menciptakan peluang usaha melalui kegiatan ekonomi kreatif. ”Pelatihan ecoprint ini bertujuan meningkatkan keterampilan ibu-ibu TP PKK Desa Cembor,” tandasnya. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi