Pertanian merupakan salah satu sektor potensial yang dimiliki Desa Kalipuro, Kecamatan Pungging.
Tak ingin menyia-nyiakan potensi yang ada, pemerintah desa (pemdes) terus melakukan pengembangan. Salah satunya dengan merintis budi daya komoditas hortikultura melon.
Kepala Desa Kalipuro Sugeng Santoso menuturkan, budi daya melon dipilih lantaran dinilai cocok dengan karakteristik geografis desa dengan lima dusun ini. Sumber air untuk irigasi areal persawahan pun terbilang tidak sulit.
”Baru awal tahun ini kita coba kembangkan pertanian buah melon. Jadi, selain padi dan pisang cavendish, sekarang ada pertanian buah melon,” ujarnya, kemarin.
Budi daya melon yang dirintis Pemdes Kalipuro ini berada di atas tanah kas desa (TKD) seluas 2 hektare. Selain jenis melon lokal, melon sky rocket dibudidayakan di areal pertanian di Dusun Sidomukti.
Buah melon dipilih lantaran punya nilai jual yang relatif lebih bagus ketimbang jenis pertanian lainnya. Harapannya, pengembangan komoditas pertanian melon ini nanti bisa berdampak pada peningkatan kesejahteraan para petani.
”Kita kembangkan melon ini, harapannya supaya seperti pisang cavendish yang sekarang bisa ditanam para petani di lahannya masing-masing,” terang Sugeng.
Sedikitnya, enam orang petani dilibatkan dalam merintis budi daya melon di Desa Kalipuro. Tanaman yang sudah menginjak bulan ketiga ini diharapkan mampu membuahkan hasil panen yang apik. Sekaligus sebagai percontohan bagi petani di lima dusun.
”Budi daya tanaman melon ini memang gampang-gampang susah. Di awal kita kembangkan memang sempat kesulitan. Tapi, alhamdulillah sekarang sudah mulai jalan dan sebentar lagi mulai panen,” urai kedes.
Tak hanya fokus pada produksi melon, pihaknya telah menyusun konsep pasca panen, terutama soal pemasaran. Tujuannya, tak lain untuk menjawab kekhawatiran para petani dalam memasarkan hasil panen.
”Sudah kita siapkan, jadi ini bisa dibilang ini memang sedang kita uji coba. Untuk pemasaran melon nanti kita kerja sama dengan petani maupun tengkulak melon dari sejumlah daerah di Jawa Timur. Jadi, kita saling mengisi,” tandasnya. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi