Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Desa di Mojokerto Ini Budi Daya Pisang Cavendish untuk Pemasukan Desa

Indah Oceananda • Kamis, 6 Juni 2024 | 13:15 WIB
SIAP PANEN: Kepala Desa Mojoranu Masbukhin mengecek pisang cavendish yang siap panen sebelum dipasarkan secara online.
SIAP PANEN: Kepala Desa Mojoranu Masbukhin mengecek pisang cavendish yang siap panen sebelum dipasarkan secara online.

CAVENDISH adalah jenis pisang yang terkenal sebagai buah impor. Namun, kini pisang tersebut dapat diproduksi langsung dari kebun di Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko.

Baca Juga: UU KIA Disahkan, Suami Bisa Cuti selama ini saat Isteri Melahirkan

Di bawah naungan BUMDes Mojorukun Makmur, hasil panen pisang cavendish yang ditanam di tanah kas desa (TKD) itu mampu memberikan pemasukan kas desa.

 Kepala Desa Mojoranu Masbukhin mengatakan, budi daya pisang cavendish dimulai sejak tahun ini. Meski baru dirintis, hasil panen sudah memberikan manfaat pendapatan bagi desa.

”Sudah ada langganan tetapnya yang beli, pemasarannya online, dari luar kota banyak yang pesan,” katanya, kemarin.

 Perkembangan kebun pisang cavendish ini baru berjalan selama empat bulan. Setidaknya ada sekitar 600 pohon yang ditanam di atas lahan seluas 1,5 hektare. "Bibit kita ada penyuplainya dari luar kota," ungkap dia.

 Budi daya pisang cavendish tersebut merupakan implementasi dari program ketahanan pangan.

Di samping itu, desa dengan tiga dusun juga menggagas kolam ikan air tawar untuk mendukung program ketahanan pangan. ”Tetapi, ndak berhasil. Kita akhirnya coba beralih ke pertanian, nyoba-nyoba tanam pisang ini, malah berhasil," paparnya.

 Masbukhin menyebut dengan basis masyarakat 60 persen di antaranya merupakan petani, praksis perkebunan pisang berjalan sangat maksimal. Apalagi, perawatannya relatif lebih mudah.

”Yang penting anakan pisang yang tumbuh di dekat pohon indukan jangan melebihi tiga tunas. Itu berpengaruh juga," beber dia.

 BUMDes Mojorukun Makmur mampu menghasilkan panen pisang sekitar 3 hingga 5 tandan pisang dalam seminggu. Berkat itu pemdes pun memiliki pemasukan desa kurang lebih Rp 2 juta.

”Rencana mau dikembangkan lagi dan menambah bibit agar lebih maksimal,” sebut dia.

 Tak hanya memasarkan buahnya, pemdes kerap melayani permintaan bibit pisang cavendish secara online.

Per bibit dipatok seharga Rp 5 ribu. "Lumayan, karena anakannya juga banyak, kadang kita buang, kadang ya kita jual kalau ada permintaan," tandas dia. (oce/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#Program Ketahanan Pangan Desa #pisang cavendish #cavendish #sooko mojokerto