KERJA bakti membersihkan sungai dari batuan besar sudah menjadi kearifan lokal masyarakat Desa Kalikatir, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto setiap tahun.
Pekerjaan yang berlangsung pada musim kemarau ini dinilai efektif mengurangi risiko bencana banjir bandang yang siap mengancam kala musim hujan tiba.
Kepala Desa Kalikatir, Sumaji mengatakan, pemeliharaan sungai Klorak sudah menjadi tradisi warganya sejak belasan tahun silam.
Terutama usai banjir bandang yang menerjang Mojokerto pada 2004. Saat itu, banyak sekali bebatuan dan kayu-kayu yang terseret banjir lalu meluap dan menerjang permukiman warga.
Termasuk, pada 2017 yang menjadi banjir bandang terparah hingga menerjang sejumlah infrastruktur desa. Salah satunya tanggul jembatan yang mengancam memutus akses lalu lintas warga.
Nah, untuk mengurangi dampak dari banjir bandang dari kawasan atas Pegunungan Anjarmoro, warga mencetuskan bersih-bersih kali Klorak.
Yakni dengan memecah dan mengevakuasi bebatuan besar dari dalam sungai. Termasuk, membersihkan kayu-kayu besar yang tersangkut agar tidak menyumbat aliran sungai.
Sehingga, air bisa berjalan turun searah tanpa tersangkut material yang dapat memecah arus hingga menghantam dan melupa ke permukiman warga.
’’Biasanya pemeliharaannya dengan memecah dan meratakan batu-batu yang besar. Sehingga ketika banjir datang, air mengalir searah, tidak sampai terpecah dan menghantam rumah warga,’’ ungkapnya.
Tak hanya itu, pemdes setempat juga memitigasi bencana dengan mempertebal dinding sungai Klorak.
Bronjong setinggi 10 meter terus ditambah untuk mempertebal dinding sungai agar tak mudah jebol dari derasnya hantaman arus sungai.
Lewat alokasi dana desa, bronjong tersebut kini telah terpasang sejak 2018 hingga 2022. Penebalan dan pemeliharaan tersebut turut didukung warga yang selalu siaga setiap musim hujan tiba.
’’Pemasangan bronjong sudah selesai. Tinggal mempertebal saja di beberapa titik. Untuk warga, sudah diberikan pelatihan kesiapsiagaan bencana dari Pemkab Mojokerto. Sehingga saat curah hujan tinggi, warga sudah memantau dan siaga mengevakuasi ketika terjadi bencana,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi