Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas Rancang Wisata Edukasi Pertanian Serai hingga Minyak Atsiri

Yulianto Adi Nugroho • Jumat, 24 Mei 2024 | 13:50 WIB

 

 

BANYAK POTENSI: Wisata air terjun Coban Cebol di Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas. Pemdes setempat sedang merancang wisata edukasi pertanian serai.
BANYAK POTENSI: Wisata air terjun Coban Cebol di Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas. Pemdes setempat sedang merancang wisata edukasi pertanian serai.

DESA Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto memiliki potensi pariwisata yang melimpah.

Selain memaksimalkan wisata mengandalkan panorama alam, kini upaya pengembangan menyentuh sektor wisata pertanian.

Salah satunya adalah kompleks edukasi pertanian serai yang tengah dirancang pemerintah desa setempat.

 Di antara wisata alam yang telah dikenal itu adalah air terjun Coban Cebol dan Gua Putih.

Dua destinasi di Dusun Tangkep tersebut memiliki hawa sejuk, karena dikelilingi hutan pinus. Selain wisata alam, desa berada di area segitiga emas wisata Mojokerto ini juga memiliki banyak wisata buatan.

Seperti vila, restoran, sampai kolam renang yang menawarkan panorama alam dan Gunung Penanggungan.

 Di samping potensi alam, pertanian di Desa Jatijejer juga menyimpan nilai wisata yang tinggi. Terlebih, sebagian besar wilayah desa tersebut merupakan areal persawahan.

Pemerintah Desa (Pemdes) Jatijejer kini pun mulai mengembangkan wisata pertanian. Salah satunya yang tengah dirancang adalah wisata edukasi pertanian serai.

 Kepala Desa Jatijejer Akhmad Mujiono mengatakan, serai menjadi salah satu komoditas utama pertanian warga.

Karena itu, jenis tanaman bumbu dapur tersebut akan dikembangkan untuk objek edukasi. Sebuah area tanah kas desa disiapkan sebagai kompleks taman edukasi pertanian serai. ”Rencana kami akan melibatkan BUMDes, kelompok tani, hingga TP PKK,” ujarnya, kemarin (23/5).

 Menurut Mujiono, konsep wisata edukasi tersebut tak hanya soal budi daya serai dari menanam hingga panen, melainkan juga produk olahannya. Selain bumbu dapur, serai juga dapat diolah menjadi minuman kesehatan serta bahan pengharum minyak atsiri.

”Gambaran kami selain budi daya tanaman serai, nanti juga dibuatkan rumah serai terus ada kafe yang bahan bakunya dari serai untuk minuman, sampai produk pengharum minyak atsiri,” rincinya.

 Rencana wisata edukasi pertanian tersebut kini dalam tahap pematangan. Sebelumnya, proposal usulan konsep wisata ini telah diajukan ke Kemenristekdikti dan Ubaya (Universitas Surabaya).

Pihaknya berharap pusat edukasi pertanian serai ini dapat meningkatkan kesejahteraan warga, khususnya para petani serai.

 Sebab, dengan adanya wisata tersebut berbagai produk berbahan dasar serai dapat dikembangkan.

”Karena serai ini kan harganya juga naik turun. Dengan wisata ini kalau tidak laku kan bisa dibuat minuman sampai minyak atsiri itu,” tandas Mujiono. (adi/ris)

Editor : Hendra Junaedi
#edukasi wisata #pertanian #pariwisata #trawas mojokerto #minyak atsiri