Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Desa Kalipuro, Pungging, Pertanian Jadi Unggulan, Kerajinan Tembus Pasar Jerman

Martda Vadetya • Minggu, 5 Mei 2024 | 14:25 WIB
HASIL BUMI: Hasil panen pisang cavendish di Desa Kalipuro, Kecamatan Pungging, diolah dalam kondisi segar untuk segera didistribusikan ke luar daerah.
HASIL BUMI: Hasil panen pisang cavendish di Desa Kalipuro, Kecamatan Pungging, diolah dalam kondisi segar untuk segera didistribusikan ke luar daerah.

PEMERINTAH Desa (Pemdes) Kalipuro, Kecamatan Pungging, kini tengah fokus mengembangkan sektor pertanian dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang ada di lima dusun. Tujuannya, tak lain agar geliat ekonomi desa terus bertumbuh dan berdampak banyak pada meningkatnya kesejahteraan warga.

Kepala Desa Kalipuro Sugeng Santoso menerangkan, sektor pertanian terus dikembangkan sejak beberapa tahun lalu. Sarana dan prasarana pertanian bertahap dilengkapi. Mulai dari saluran irigasi maupun jalan usaha tani (JUT). ”Selain program pertanian padi, saat ini yang sedang kita kembangkan itu pertanian pisang cavendish dan melon. Permintaan pasar dan harga jualnya cukup bagus,” ujarnya, kemarin (4/5).

Sejak beberapa tahun terakhir, dua komoditas pertanian terus dikembang di lima dusun. Selain memiliki tanah yang relatif subur, harga dan permintaan pasar akan buah tersebut cukup baik. Sejak tiga tahun terakhir ratusan pohon pisang cavendish ditanam di 2 hektare tanah kas desa (TKD). ”Sekarang bukan hanya di TKD saja, di lahan pribadi warga atau tegalan sawah banyak yang tanam (cavendish). Sekarang kita mau bentuk kelompok taninya, sementara masih 10 orang,” beber Sugeng.

KRIYA: Salah satu perajin sedang membuat stick drum dari limbah kayu. UMKM unggulan Desa Kalipuro, Kecamatan Pungging, ini telah menembus pasar Nasional hingga ekspor.
KRIYA: Salah satu perajin sedang membuat stick drum dari limbah kayu. UMKM unggulan Desa Kalipuro, Kecamatan Pungging, ini telah menembus pasar Nasional hingga ekspor.

Sedangkan komoditas melon, masih dalam tahap uji coba yang baru berjalan beberapa bulan terakhir. Kendati tanaman melon di TKD seluas 2 hektare ini siap panen bulan depan. Dalam pertanian, lanjut Sugeng, pemdes tak hanya hadir soal pupuk dan pembagian bibit gratis. Melainkan membantu petani mengentaskan masalah penjualan hasil panen.

”Salah satu hal yang dikhawatirkan petani adalah jual panennya. Jadi ini sedang kita proses pembentukan kelompok taninya. Karena kalau ada komunitasnya bisa bantu penjualan. Sekaligus wadah untuk sharing, tidak asal tanam saja,” paparnya.

Di samping itu, UMKM tak luput jadi prioritas Pemdes Kalipuro. Salah satunya, kerajinan stick drum dari limbah kayu maple yang sudah bergerak sejak 2002 silam. Dari hasil produksi 13 perajin, di antaranya telah menembus pasar Nasional hingga ekspor. Kriya satu ini sempat mengantarkan Desa Kalipuro juara I lomba teknologi tepat guna tingkat kabupaten 2016 lewat alat produksi stick drum.

”Ada yang sampai ekspor ke Belanda dan Jerman. Ini tinggal patenkan merek masing-masing perajin saja biar bukan cuma merek Sonor dan Zildjian saja,” tandas Sugeng. (vad/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#pungging mojokerto #umkm