Kegiatan diinsiasi Lesbumi NU Ranting Kedungmaling bekerja sama dengan MWC NU Sooko ini berlangsung dengan meriah.
Selain Kedungmaling, Gebyar Musik Patrol ini diikuti oleh 12 tim dari beragam perwakilan dari desa sekitar. Seperti, Desa Mojoranu, Desa Japan, Desa Gemekan, dan Desa Brangkal.
Diberangkatkan dari Masjid Baitul Manshur Kedungmaling, masing-masing tim menampilkan atraksi berupa kolaborasi antara penabuh alat musik, yang diiringi lantunan lagu penggugah sahur.
’’Tahun ini adalah penyelenggaraan perdana,’’ kata Kepala Desa Kedungmaling Edi Prabowo.
Pihaknya sangat mengapresiasi terlaksananya kegiatan-kegiatan semarak Ramadan seperti ini.
Gebyar Musik Patrol, sambung Edi, menjadi sebuah pertunjukan yang senantiasa ditunggu oleh warga menjelang sahur dan seiring waktu berjalan, alat musik yang dimainkan menjadi sangat beragam.
’’Tradisi ini juga mengembalikan marwah desa seperti zaman dahulu, setiap bulan puasa kental sekali dengan unsur-unsur Ramadan,’’ tuturnya.
Edi memberikan apresiasi kepada Lesbumi NU Ranting Kedungmaling sekaligus MWC NU Sooko karena telah menyelenggarakan kegiatan ini.
Diharapkan, Gebyar Musik Patrol ini bisa menjadi agenda tahun depan.
’’Penghargaan setinggi-tingginya untuk Lesbumi NU Ranting Kedungmaling dan MWC Sooko yang menginisiasi acara ini sebagai hiburan dan penyemangat beribadah di bulan Ramadan. Harapannya, semoga dapat dijadikan agenda rutin tahunan,’’ pungkasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah