JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Film bioskop bergenre horor sudah banyak yang telah tayang di bioskop sejak beberapa pekan terakhir.
Namun, terdapat satu film horor yang siap meramaikan layer sinema di seluruh Indonesia di pengujung Mei nanti.
Berjudul Temurun juga merupakan film horor pertama dari Sinemaku Pictures, sekaligus akan menayangkan karya film horor ini di delapan negara Asia.
Seperti Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Kamboja, Taiwan hingga Singapura.
Film bioskop Temurun disutradarai oleh Inarah Syarafina, disertai dengan penulis skenario oleh Vontian Suwandi, serta diproduseri oleh Umay Shahab dan Prilly Latuconsina yang dibintangi oleh Bryan Domani, Yasmin Jasem, Jajang C. Noer, Karina Suwandi, Mian Tiara dan Kiki Narendra.
Vontian Suwandi selaku penulis skenario juga mengatakan, bahwa film yang ia angkat merupakan kisah tentang disfungsi keluarga yang sekaligus memiliki kedekatan dengan para penonton.
Untuk menggarap film Temurun, Inarah dan Vonti melakukan kerja sama. Keduanya menciptakan dunia di dalam film dengan berbekal cerita-cerita yang ada di dalam dunia nyata.
Selain itu, di antara banyaknya film yang bertema sama, terdapat beberapa hal yang membuat film ini patut ditunggu-tunggu.
Karena film Temurun ini memiliki tema bencana berlatar keluarga yang lebih spesifik dibanding film bioskop lainnya yang menceritakan kisah menyeramkan dan seputar keluarga.
Film ini dibumbui dengan kisah mengenai warisan yang pada akhirnya memberikan kesan misterius.
Di dalam trailer resmi Temurun yang dirilis pada 1 Mei di channel youtube Sinemaku Pictures berdurasi 1 menit 51 detik tersebut, menggambarkan kengerian yang menanti di sepanjang film.
Setting tempat seperti di rumah dan di pabrik daging memberikan variasi adegan tidak hanya satu tempat saja.
Ketakutan yang umum dialami banyak orang seperti air keran yang menyala dengan sendirinya, sosok misterius di tengah rumah dalam kegelapan, serta pegawai yang gantung diri.
Adegan-adegan tersebut bukan hanya tentang kesadisannya, tetapi juga tentang pengambilan gambar yang dirasa pas serta dapat menghadirkan kesan mengerikan namun tetap dengan kesinematikan secara bersamaan. (Yeni Trihapsari)
Editor : Imron Arlado