Kota Mojokerto memiliki luasan sekitar 20 kilometer persegi dengan ketinggian dari permukaan laut 22 meter.
Di Indonesia, Kota Mojokerto tercatat sebagai kota dengan luasan wilayah terkecil ketiga setelah Kota Magelang di Jawa Tengah dan Kota Sibolga di Sumatera Utara.
Kota Mojokerto juga dikenal sebagai kota onde-onde karena jajanan khas ini banyak diperjual belikan. Onde-onde, kuliner berbentuk bulat dengan isian kacang hijau ini jadi identitas khas Kota Mojokerto yang berpenduduk sekitar 150 ribu jiwa ini.
Daerah dengan perekonomian dari sektor perdagangan dan jasa ini kian tahun kian maju. Itu ditandai pesatnya laju ekonomi kota yang pernah dihuni Presiden RI pertama Ir Soekarno saat bersekolah SD dan SMP ini.
Saat ini terus bertumbuhan tempat ekonomi baru. Baik itu restoran, hotel, hingga perkantoran. Tapi siapa sangka, Kota Mojokerto ternyata punya bangunan yang tinggi.
Bangunan-bangunan itu punya ciri dan pesona tersendiri. Malahan, punya keindahan hingga nilai sejarah yang khas. Apa saja bangunan tinggi di Kota Onde-onde?
- Sunrise Mall dan Ayola Hotel
Mal dan hotel ini berada dalam satu area di Jalan Benteng Pancasila, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Mal bernama Sunrise Mall memiliki tiga lantai.
Mal pertama sekaligus terbesar di Mojokerto dan sekitarnya ini berpadu dengan Ayola Hotel. Tempat menginap hingga staycation berbintang tiga ini memiliki ketinggian hingga 11 lantai.
Bagian puncak hotel ini berupa sky rooftop yang digunakan sebagai Sky Lounge Cafe and Bar. Dari lantai tertinggi di Kota Mojokerto ini bisa terlihat lanskap kota yang berlatar jajaran pegunungan.
- Lynn Hotel
Hotel ini berada di Jalan Empunala No 87, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Hotel yang berdiri tahun 2021 silam ini memiliki enam lantai. Letaknya berada di dalam sehingga relatif tidak terganggu dengan riuh lalu lintas.
Bangunan hotel ini memiliki ciri khas. Di dalamnya banyak menyomot arsitektur dan asesoris bergaya Majapahitan. Termasuk, unsur dinding batu bata ekspos mirip candi-candi era Majapahit.
Bangunannya yang tinggi membuat banyak orang yang suka menginap di hotel tersebut. Ditunjang akses jalan yang memadai, hotel ini juga relatif dengan dengan jalan tol hingga pusat kota yakni Alun-Alun Kota Mojokerto.
- Menara Mahkota Tribuana Tunggadewi
Menara ini terletak di Simpang Empunala yang merupakan salah satu persimpangan tersibuk di Kota Mojokerto. Menara berada dalam kesatuan dengan pemandian Sekarsari yang menjadi salah satu tempat legend di Kota Onde-Onde.
Menara ini memiliki tinggi sekitar 44 meter. Ketika siang hari, menara bak mahkota raja ini berwarna kuning emas. Sehingga, klop dengan ornamen mahkota yang dilekatkannya.
Mahkota yang dimaksud adalah mahkota ratu Majapahit Tribuana Tunggadewi yang merupakan ratu atau raja perempuan pertama kala zaman Majapahit.
Jika malam hari, terlihat jalinan lampu warna-warni yang membuat menara terlihat berwibawa sekaligus indah. Dari ruas tol Mojokerto-Jombang, menara ini dapat terlihat dengan jelas.
Yang kian menambah apik dan membuat orang penasaran yang melihatnya.
Dulunya, menara ini adalah menara tendon air buatan kolonial Belanda. Meski secara fungsi tidak lagi digunakan sebagai tendon air, menara ini menjadi bangunan yang melegenda di Kota Mojokerto.
Bangunan tersebut menjadi tanda pusat kota sekaligus tempat rekreasi dan wisata setempat.
- Tugu Proklamasi Alun-Alun Kota Mojokerto
Bangunan tinggi selanjutnya adalah Tugu Proklamasi di Alun-Alun Kota Mojokerto. Tingginya sekitar 45 meter. Tugu ini menggantikan tugu merah putih yang sebelumnya bertahun-tahun berdiri di pusat kota Onde-Onde tersebut.
Tugu ini memiliki bentuk berpilin dengan warna kuning keemasan. Bangunan ini juga berarsitektur Majapahitan. Yakni dengan penggunaan bata ekspos yang menjadi ciri khas bangunan zaman Majapahit silam.
Di sekitarnya terdapat kolam, taman, dan area monumen. Lengkap dengan sejumlah gazebo hingga area UMKM berupa skywalk. Praktis tugu Proklamasi ini menjadi bangunan tertinggi di Kota Mojokerto.
- MPP Gajah Mada
Bangunan ini merupakan gedung perkantoran terbesar di Kota Mojokerto. Berdiri empat lantai, gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) ini kepunyaan Pemkot Mojokerto. Gedung yang juga bergaya Majapahitan berdiri di atas lahan yang dulu merupakan RSUD Wahidin Sudiro Husodo yang kini berada di Jalan Raya Surodinawan, Kota Mojokerto.
Gedung ini tampak megah di Jalan Gajah Mada Kota Mojokerto. Hanya berjarak selemparan batu dari kantor Pemkot Mojokerto. Di gedung ini berkantor puluhan instansi pelayanan publik.
Warga kota tinggal menuju gedung ini jika ingin mendapatkan pelayanan administratif mulai mengurus KTP hingga mendapat pelatihan komputer.
ITULAH sejumlah bangunan tinggi yang berada di Kota Mojokerto. Kota terkecil ketiga di Indonesia dan kota terkecil pertama se-Jawa Timur. Berada di tengah Jawa Timur, Kota Mojokerto menjadi area perlintasan dari dan ke Jawa Timur.
Selain terdapat ruas jalan poros Nasional dan jalan tol Transjawa, Kota Mojokerto juga dilintasi Sungai Brantas yang merupakan sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa.
Kota Mojokerto juga lekat dengan peninggalan era kerajaan Majapahit. Pusat kota hanya berada sekitar 10 kilometer dengan bekas pusat ibukota kerajaan Majapahit, Trowulan.
Di area kota dan Kabupaten Mojokerto diperkirakan terdapat ribuan peninggalan berupa candi maupun bekas bangunan yang diduga dibangun era Majapahit hingga Mataram Kuno era Mpu Sindok. (fen)
Editor : Fendy Hermansyah