DINAS Kebudayaan Kepemudaan, Keolahragaan, dan Pariwisata (Disbuporapar) Kabupaten Mojokerto siap menyambut libur lebaran 1443 H. Seluruh objek wisata pun dibuka dengan kapasitas 100 Persen.
Selain sudah melakukan sterilisasi kawasan objek wisata, kenyamanan dan keamanan wisatawan juga yang utama. Libur lebaran di tahun ini memang benar-benar menjadi atensi bagi berbagai pihak. Termasuk juga bagi pengelola wisata. Hal itu seiring dengan pelonggaran yang dilakukan pemerintah. Mobilitas masyarakat untuk berlibur juga dipastikan bakal meningkat drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya.
’’Jauh-jauh hari momentum ini sudah kita persiapkan. Objek yang menjadi jujukan wisatawan juga dibenahi. Termasuk kebersihannya juga kita perhatikan, agar wisatawan bisa lebih nyaman,’’ ungkap Kepala Disbudporapar Kabupaten Mojokerto, Norman Handhito, kemarin.
Untuk menjamin keamanan, Disbudporapar siapkan 134 personil. Mereka disebar di sebelas objek wisata plat merah. Meliputi, Wana Wisata Padusan Pacet, Air Panas Padusan Pacet, Ubalan waterpark, Air Terjun Coban Canggu, dan Air Terjun Dlundung.
Selain itu, juga sejumlah objek wisata sejarah dan religi. Di antaranya, Petirtaan Jolotundo, Museum Trowulan, Candi Tikus, Candi Brahu, Candi Bajang Ratu, serta Makam Troloyo. Tak kalah penting, tiap objek wisata dengan kapasitas besar juga disiagakan tenaga kesehatan. ’’Kita buatkan tempat khusus, baik untuk kesehatan pada umumnya atau pun pos vaksinasi,’’ tuturnya.
Secara garis besar, lanjut Norman, objek wisata dan personil yang dikelolanya sudah siap menyambut kehadiran para wisatawan yang berlibur. Total ada sekitar 200 ribu karcis disiapkan. Hanya saja, karena situasi masih pandemi Covid-19, disiplin protokol kesehan Covid-19 tetap menjadi yang utama harus diterapkan. Sebagai skrining awal, tiap destinasi wisata, Disbudporapar memasang QR-Code melalui Aplikasi Pedulilindungi di tiap pintu masuk dan keluar.
’’Karena Kabupaten Mojokerto PPKM-nya level I, tidak ada pembatasan di seluruh objek wisata. Kapasitas dibuka 100 persen. Dengan ketentuan tetap patuh protokol kesehatan. Bermasker dan wajib sudah tervaksin,’’ tandasnya.
Sebagai peningkatan pelayanan, dimomentum ini, sejumlah wisata juga dibuka 24 jam nonstop. Di antaranya, Wana Wisata dan Air Panas Padusan Pacet, Air Terjun Dlundung, Petirtaan Jolotundo dan makam Troloyo. Khusus air panas yang bersumber dari belerang Gunung Welirang tersebut memang kerap dimanfaatkan sebagai terapi oleh pengunjung. Utamanya saat malam hari, karena diyakini menjadi obat. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah