Wit jatine rubuh nibani kuli
Wayahe ngrumat manuk nomer siji
Giliran nyambut gawe macak lali
PIARAAN ternyata bisa memorakporandakan rumah tangga pasangan suami istri yang telah terjalin belasan tahun. Tulkiyem dan Mukiyo (nama samaran) salah satunya.
Mukiyo merupakan penggemar burung. Namun, kegemaran pria berusia 37 tahun itu membuat istrinya menderita. Tulkiyem menuturkan, suaminya kini menjadi pemalas gara-gara hobi memelihara burung. Mukiyo justru menjadikan tugas mencari nafkah sebagai selingan.
Rutinitasnya sehari-hari ialah mengadu burung. Hal itu membuat Tulkiyem stres. ’’Kesel-kesel kerjo, kok dekne malah sibuk ngudang manuk sing gaonok hasile blas,’’ katanya.
Saat ini, Tulkiyem memang menjadi tulang punggung rumah tangganya. Dia bekerja sebagai sales. Sedangkan Mukiyo, kerjanya hanya merawat burung. Sejak pagi hingga sore, aktivitasnya cuma mengelus-elus piaraannya.
Wanita 35 tahun ini menyebut, si suami sudah keterlaluan. Ketika diminta segera mencari kerja, Mukiyo tidak pernah menggubris permintaan itu. Si suami justru tanpa malu sering meminta uang kepada Tulkiyem. ’’Saben njaluk duit, alesane gawe golek penggawean,’’ beber warga Kecamatan Jatirejo ini.
Alih-alih mencari kerja, Mukiyo memakai uang tersebut untuk kegemarannya mengadu burung murai. Sering kali, jumlah uang yang diminta Mukiyo lumayan banyak. Sebab dipakai untuk taruhan. Tulkiyem pun tak betah menghadapi kondisi itu. ’’Stres aku, duit entek dijaluki terus mung digawe totoan manuk tok,’’ kesalnya.
Selain itu, Tulkiyem juga merasa malu dengan tingkah suaminya itu. Sebab, ia kerap jadi bahan gunjingan di depan keluarga, tetangga, dan rekan-rekannya. Karena sudah telanjur malu, Tulkiyem pun nekat memutuskan menggugat cerai Mukiyo. November lalu, Tulkiyem memasukkan gugatan cerainya ke Pengadilan Agama (PA) Kelas IA Mojokerto. ’’Sakjane yo gak gelem bubaran. Tapi nek tak terusno, aku yo gak betah wesan,’’ pungkas dia. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah