
Lakukan Percepatan, DPUPR Kerahkan Dua Ekskavator
KEMLAGI - Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto melakukan percepatan normalisasi Waduk Tanjungan. Dua alat berat dikerahkan agar proyek pengerukan sedimentasi pada bendungan di Desa Tanjungan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto ini bisa segera tuntas.
”Progres pengerjaan normalisasi saat ini sudah sekitar 70 persen. Galian bawah sudah selesai tinggal menata tanggulnya,” ungkap Kabid Sumber Daya Air DPUPR Kabupaten Mojokerto Rois Arif Budiman, kemarin (4/11). Sesuai rencana awal, proyek ini digelar selama satu bulan sejak pertengahan Oktober hingga pertengahan November mendatang.
Ia menjelaskan, percepatan pengerjaan dilakukan dengan mengerahkan dua unit ekskavator. Selain agar pengerjaan berlangsung sesuai deadline, tujuan percepatan ini untuk mencegah terjadinya hal yang tak diinginkan imbas cuaca ekstrem pada awal musim hujan. ”Kita pakai dua alat berat untuk percepatan pengerjaan normalisasinya,” bebernya.
Rois menyebut, tidak ada perubahan pada sasaran normalisasi. Pengerukan sedimen hanya pada sisi utara seluas 5 hektare dari total bendungan seluas 19 hektare. ”Sasaran normalisasi ini sisi utara saja, sesuai rencana. Karena memang diprioritaskan pada titik yang mengalami pendangkalan,” tandas Rois.
Waduk Tanjungan mengalami pendangkalan karena sudah lama tak disentuh normalisasi. Bendungan ini berfungsi sebagai penampung pasokan air irigasi pertanian di wilayah Kemlagi dan sekitarnya. Pengerukan sedimen yang dilakukan dinas PUPR ini tak lain untuk mengoptimalkan fungsi waduk, sekaligus mengantisipasi banjir akibat pendangkalan. (vad/ris)



