KOTA – Sebuah rumah di Jalan Rajekwesi XV, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto didatangi kepolisian, Jumat (21/8) malam. Petugas dari Polres Mojokerto Kota dikerahkan untuk membebaskan dua perempuan asal Gresik yang menjadi korban penyekapan imbas konflik keluarga.
Kedua korban berinisial PNF, 25, dan INA, 21. Ketika petugas tiba di lokasi sekitar pukul 20.15 WIB, mereka didapati terkurung di dalam rumah dengan kondisi pagar depan tergembok rantai dari luar.
Kasi Humas Polres Mojokerto Kota Iptu Suhartanto menjelaskan, penanganan dilakukan kepolisian setelah menerima laporan dai seorang perempuan berinisial DN via call center 110. DN tak lain merupakan kerabat kedua korban. Laporan aksi penyekapan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan mengerahkan tim gabungan dari mapolres dan Polsek Magersari ke tempat kejadian perkara (TKP).
”Di lokasi, petugas mendapati pagar rumah sudah dirantai dari luar. Dari keterangan para korban, mereka mengaku sengaja dikunci oleh pria berinisial SM, yang tak lain suami dari pelapor (DN) sendiri,” terangnya, Minggu (23/8).
Polisi kemudian berkoordinasi dengan ketua RT setempat untuk mendatangkan SM. Sedangkan DN diketahui tidak berada di lokasi. Tak berselang lama, SM datang ke lokasi dan diminta untuk membuka gembok rantai. PNF dan INA akhirnya dievakuasi dalam kondisi selamat tanpa luka.
Keduanya berikut SM lalu diamankan petugas ke mapolres untuk dimintai keterangan lebih lanjut. ”Kejadian ini berawal dari persoalan keluarga. Sementara masih dalam penanganan lebih lanjut untuk mengurai benang merah permasalahannya,” terang Suhartanto.
Ia menambahkan, agar masyarakat tak segan melapor ke kepolisian via layanan gratis call center 110 jika mengalami atau melihat tindak kejahatan maupun gangguan kamtibmas. Supaya bisa segera ditindaklanjuti aparat berwajib.
Sementara itu, Lurah Wates Eka Andriansyah membenarkan kejadian tersebut. Hanya saja, pihak kelurahan belum bisa memastikan duduk permasalahan pemicu aksi penyekapan tersebut. ”Kami juga mengutus Kasi Trantib dan Linmas ke lokasi setelah menerima informasi itu. Permasalahannya apa, kami belum bisa pastikan, karena langsung ditangani kepolisian,” tandasnya. (vad/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto