498 Gedung Sekolah di Mojokerto Rusak, Mayoritas di Bagian Atap Ruang Kelas

Indah Oceananda • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 06:18 WIB
USULAN PERBAIKAN: Kondisi atap ruangan kelas SDN Pandankrajan 1, Kecamatan Kemlagi yang rusak. Lembaga ini juga masuk dalam antrean yang akan mendapat perbaikan dari pusat. (Sofan JPRM)
USULAN PERBAIKAN: Kondisi atap ruangan kelas SDN Pandankrajan 1, Kecamatan Kemlagi yang rusak. Lembaga ini juga masuk dalam antrean yang akan mendapat perbaikan dari pusat. (Sofan JPRM) 

KABUPATEN - Ratusan bangunan sekolah di bumi Majapahit teridentifikasi mengalami kerusakan. Mayoritas, sekolah yang alami kerusakan mengeluhkan kondisi atap yang tak layak.

Kabid Sarana dan Prasarana Pendidikan (Sarpras) Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Indi Ilmiyah mengatakan, berdasarkan pendataan Dispendik, sebanyak 498 gedung sekolah tercatat mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan. Terutama di bagian atap ruang kelas. ’’Sebagian besar laporan yang masuk kerusakannya di bagian atap ruangan kelas, sehingga masuk dalam kategori rusak berat,’’ jelas dia.

Indi menegaskan, dari laporan tersebut, Dispendik telah menetapkan usulan perbaikan. Namun, pengusulan tidak bisa dilakukan untuk seluruh sekolah lantaran pemerintah pusat membatasi kuota perbaikan dari total jumlah sekolah yang rusak di suatu daerah. Menurutnya, dari 498 lembaga yang diusulkan tersebut, saat ini baru 5 sekolah yang sedang proses revitalisasi. ’’Termasuk SDN Pandankrajan 1 yang juga alami kerusakan di bagian atap ruang kelas, itu sudah masuk usulan perbaikan. Hanya saja, nanti realisasinya masuk dalam tahapan berapa, kita belum tahu,’’ ulas Indi.

Ratusan sekolah yang mengalami kerusakan masuk dalam daftar antrean rehabilitasi. Sesuai proyeksi awal, rehabilitasi bakal dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Yakni melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan.

Dari total 498 lembaga yang diusulkan, lanjutnya, 124 lembaga di antaranya jenjang PAUD/TK, 286 SD, 87 SMP, dan 1 SKB. Adapun total anggaran yang dibutuhkan untuk program rehab 498 lembaga pendidikan tersebut mencapai Rp 165 miliar. ’’Dari jumlah itu, 20 persen mengalami rusak berat pada gedungnya,’’ urai Indi.

Kemungkinan besar perbaikan pada tahap kedua bakal dilakukan tahun depan. Total terdapat lima sekolah yang telah mendapat perhatian. Di antaranya SDN Temon, Kecamatan Trowulan; SDN Sambilawang, Kecamatan Dlanggu; dan SDN Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko. Sedangkan di jenjang SMP, menyentuh SMP Islam Miftahul Khoir Kecamatan Trowulan dan SMP Islam Raden Patah Kecamatan Pungging. (oce/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
revitalisasi gedung sekolah atap ruang kelas gedung sekolah rusak dispendik mojokerto Sekolah mojokerto