Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dua Pekan Desa Dilem Mojokerto Alami Krisis Air Bersih

Rizal Amrulloh • Jumat, 3 April 2026 | 07:04 WIB
DISUPLAI: Truk tangki PMI Kabupaten Mojokerto melakukan dropping air bersih di Desa Dilem, Kecamatan Gondang, kemarin (2/4). (Rizal JPRM)
DISUPLAI: Truk tangki PMI Kabupaten Mojokerto melakukan dropping air bersih di Desa Dilem, Kecamatan Gondang, kemarin (2/4). (Rizal JPRM)

Sumber Mata Air Terdampak Longsor, Pemkab Suplai Ribuan Liter Air

GONDANG - Hampir dua pekan Desa Dilem, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, mengalami krisis air bersis akibat tandon terdampak tanah longsor. Hingga kini, warga menggantungkan dropping air bersih dari Pemkab Mojokerto untuk kebutuhan sehari-hari. 

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim memaparkan, krisis air yang melanda Desa Dilem disebabkan akibat sumber mata air diterjang longsor saat malam takbir Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Jumat (20/3). Selain menutus jaringan perpipaan, bencana tersebut juga menimbun tandon atau tempat penampungan air. ’’Dua tandon yang ada di sumber mata air rusak terkena longsor,’’ ungkapnya, kemarin (2/4). 

Akibatnya, Desa Dilem mengalami krisis air bersih. Sejak saat itu, Pemkab Mojokerto menyuplai air bersih tiap hari ke wilayah yang berada di kaki Gunung Anjasmoro ini. ’’Sampai sekarang masih terus kami kirim air bersih sesuai kebutuhan warga,’’ ucapnya.

Dalam sehari, sebanyak dua tangki air bersih yang dikirim ke Desa Dilem. Masing-masing disuplai dengan armada BPBD dan PMI Kabupaten Mojokerto dengan kapasitas 5.000 liter. ’’Suplai air bersih khusus untuk minum dan kebutuhan lainnya,’’ ulasnya. 

Sebab, BPBD bersama tim gabungan sedianya telah melakukan penanganan darurat untuk memperbaiki jaringan air. Hanya saja, untuk sementara saluran perpipaan masih mengandalkan dari aliran sungai. Sehingga, lanjut Khakim, kondisi air belum layak konsumsi saat terjadi hujan di kawasan hulu sungai. ’’Karena kalau habis hujan, airnya jadi keruh,’’ tuturnya. 

Hingga saat ini, langkah perbaikan masih diupayakan dengan masyarakat agar jaringan air bersih di Desa Dilem bisa kembali berfungsi normal. (ram/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#bpbd kabupaten mojokerto #krisis air bersih mojokerto #kekeringan mojokerto