KABUPATEN - Polres Mojokerto menyiagakan tiga titik pos pengamanan (pospam) dan pos pelayanan (posyan) selama masa Operasi Ketupat Semeru 2026. Menghadapi momen Hari Raya Lebaran, ratusan personel polisi disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik hingga ancaman bencana alam.
Hal ini ditegaskan Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata saat meninjau Pospam Kenanten, Kecamatan Puri, kemarin (16/3). Pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana penunjang pengamanan menghadapi Idul Fitri.
Andi menyatakan, Polres Mojokerto memberikan atensi terhadap lima fokus utama selama Operasi Semeru. Antara lain, terkait arus lalu lintas, pengamanan tempat ibadah dan malam takbir, aktivitas silaturahmi, wisata masyarakat, hingga potensi bencana alam. ’’Salah satu perhatian utama dalam pengamanan tahun ini adalah potensi bencana di kawasan Pacet dan Trawas yang dikenal sebagai daerah rawan longsor dan banjir,’’ ungkapnya.
Karena itu, di dua lokasi yang merupakan kawasan pegunungan tersebut juga didirikan pos. Antara lain, Pospam Cembor, Kecamatan Trawas dan Posyan Sendi, Kecamatan Pacet. Andi menyebut, di masing-masing pospam dan posyan disiagakan oleh personel gabungan. Selain dari unsur polri, juga melibatkan jajaran dari organisasi perangkat daerah (OPD) serta lintas instansi lainnya.
Khusus di Posyan Sendi, personel gabungan dioptimalkan untuk meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas. Mengingat, jalan alternatif Mojokerto-Batu via Cangar ini dikenal jalur ekstrem yang memiliki tanjakan dan turunan curam. ’’Untuk itu kami melakukan langkah antisipasi yang lebih intensif dengan pemantauan serta pengecekan kondisi kendaraan yang melintas, khususnya terkait sistem pengereman dan kondisi ban,’’ tuturnya.
Polres Mojokerto juga menggandeng Tahura R. Soerjo dan dinas terkait untuk mitigasi bencana. Dia menambahkan, petugas secara melakukan patroli khusus untuk mengantisipasi potensi longsor. ’’Patroli ini dilakukan sebagai langkah pencegahan, mengingat informasi dari BMKG bahwa fenomena El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga pertengahan April 2026,’’ terang Andi.
Terkait kondisi arus lalu lintas, dia menyebut hingga kemarin masih didominasi pergerakan kendaraan lokal yang melintas di dalam wilayah Mojokerto. Namun, polisi telah menyiapkan skema untuk menghadapi lonjakan volume kendaraan pada arus mudik antarprovinsi yang diprediksi mulai besok. ’’Untuk saat ini pergerakan kendaraan yang melintas di Mojokerto masih didominasi aktivitas lokal. Kawasan wisata juga belum menjadi tujuan utama masyarakat pada tiga hari pertama operasi ini,’’ paparnya.
Terkait kesiapan personel, Polres Mojokerto telah mengerahkan sebanyak 150 petugas yang terlibat langsung dalam Operasi Ketupat Semeru 2026. Namun, personel dari jajaran polsek juga diterjunkan untuk mem-back up di jalur utama mudik maupun di kawasan wisata. ’’Jika digabung dengan personel dari polsek serta dukungan dari instansi lain, total kekuatan pengamanan mencapai hampir 400 personel,’’ pungkas mantan Kapolres Batu ini. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah