Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Polisi Gadungan Tipu Penjual Es Puter di Mojokerto, Begini Kronologinya

Yulianto Adi Nugroho • Selasa, 15 April 2025 | 15:00 WIB

NELANGSA: Slamet Widodo dan gerobak es puter miliknya di simpang empat Jalan Prapanca, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, kemarin (14/4).
NELANGSA: Slamet Widodo dan gerobak es puter miliknya di simpang empat Jalan Prapanca, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, kemarin (14/4).
 

Ancam Tembak Korban, Bawa Kabur Uang Rp 9 Juta

 KOTA - Aksi penipu menyaru anggota Polri menyasar Slamet Widodo, 49, penjual es puter di Jalan Prapanca, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Sabtu (12/4). Pelaku merampas uang Rp 9 juta hasil penjualan dan mengancam akan menembak korban jika melawan.

 Slamet menceritakan, kejadian ini dialaminya di simpang empat Jalan Prapanca sekitar pukul 11.30. Saat itu perantau asal Klaten, Jawa Tengah, tersebut sedang istirahat di teras toko sambil menyantap mi ayam setelah keliling berjualan. Tiba-tiba seorang pria bermotor Honda Beat warna hitam bernopol L (satu angka pertama tak diingat) 744 QS menghampiri dagangannya. 

Pelaku yang mengaku sebagai polisi dari Polres Mojokerto Kota mengajak ke kantor di Jalan Bhayangkara karena akan diborong. ”Saya ya semangat karena mau ditebas,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian, kemarin (14/4). Slamet pun buru-buru mendorong gerobak es puternya mengikuti si pria.

 Namun, baru sekitar 30 meter berjalan, pelaku menyuruh korban berhenti di depan Indomaret Jalan Brawijaya. Dia meminta Slamet menyerahkan KTP berikut dompet yang disimpan di laci gerobak. ”Katanya untuk barang bukti,” imbuh pria yang sudah berjualan es puter selama 26 tahun itu.

 Slamet mengaku dompet itu berisi uang tunai lebih dari Rp 9 juta. Sebagian besar duit tersebut berasal dari hasil jualan selama satu bulan puasa hingga Lebaran. Dia membawa semuanya karena merasa lebih aman daripada ditinggal di rumah. 

Pelaku mengambil uang itu dengan dalih untuk jaminan datang ke polres karena es puternya akan diuji laboratorium. Slamet juga diancam akan ditembak. Meski tak menunjukkan pistol, gertakan pelaku membuat korban tak berani melawan. ”Pokoknya jangan macam-macam, saya tembak,” ucapnya menirukan pelaku yang berperawakan tinggi tegap. 

Dengan kondisi tertekan, korban mengikuti pelaku berjalan ke arah Jalan Kartini. Namun, sesampai di depan Museum Gubuk Wayang, pelaku tancap gas meninggalkan korban dan mengajaknya ketemuan di warung bakso sekitar pasar. ”Sampai perempatan lampu merah (Jalan Mojopahit) dia belok kanan, saya juga belok kanan, terus hilang jejak dan di situ saya sadar kalau ditipu,” tuturnya. 

Slamet sempat mendatangi tempat yang dijanjikan, namun pelaku tak ada di lokasi. Ia pun memutuskan melapor ke SPKT Polres Mojokerto Kota karena yakin telah menjadi korban penipuan. Laporan itu ditindaklanjuti dengan olah TKP dan meminta keterangan korban selama dua jam. 

Kepada Slamet petugas menjelaskan, pria dengan ciri yang dimaksud bukanlah personel polres. ”Katanya kalau dari kepolisian tidak begitu caranya, pasti ada suratnya dan tidak satu orang,” tandas pria yang tinggal di Jalan Brawijaya tersebut. Kejadian ini membuatnya nelangsa. Apalagi, uang yang digondol pelaku akan digunakan membayar biaya kuliah putrinya di Solo. 

Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Siko Sesaria Putra Suma menegaskan, laporan dugaan penipuan dan perampasan yang dialami korban sedang diselidiki. Pelaku, lanjut Siko, merupakan polisi gadungan yang hanya berpura-pura mengaku anggota Polri. ”Sudah diterima laporannya dan kami lakukan lidik, dipastikan itu polisi gadungan,” jelasnya. (adi/ris)

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#penipu #penjual es #polisi gadungan #nyaru polisi