Kena Pukulan di Kepala, Empat Hari Opname
JETIS - Latihan silat di Desa Ngabar, Kecamatan Jetis, berujung maut. RA, pelajar laki-laki berusia 16 tahun tewas saat menjalani perawatan di rumah sakit, Rabu (5/3). Nyawa korban tak bisa diselamatkan usai sabung melawan teman seperguruan pada Sabtu (1/3) malam.
Informasi yang dihimpun, korban bersama para anggota perguruan silat awalnya mengikuti latihan seperti biasa. Kegiatan ini digelar di halaman rumah warga Dusun/Desa Ngabar sekira pukul 22.00. Latihan bela diri itu dilanjut dengan sabung antarpesilat. Salah satunya RA yang tarung satu lawan satu dengan AI, laki-laki berusia 21 tahun.
”Keduanya sama-sama pesilat, hanya saja lawannya korban ini lebih senior, sudah berkeluarga juga,” kata warga yang mengetahui perkara tersebut, kemarin (6/3). Nahas, pertarungan antara dua warga Dusun Ngabar ini berakhir petaka. Keesokan harinya, Minggu (2/3), RA dilarikan orang tuannya ke rumah sakit karena kesehatannya menurun. ”Padahal setelah latihan itu masih bisa jalan pulang, masih sadar,” imbuhnya.
Selama empat hari, korban menjalani perawatan intensif di RSUD RA Basoeni, Gedeg. Hingga akhirnya, para Rabu (5/3) sekitar pukul 15.00, pelajar kelas 9 MTs itu dinyatakan meninggal. Hasil diagnosis menyatakan RA mengalami benturan benda tumpul pada kepala. ”Saat latihan korban terkena pukulan di kepala,” tandas dia.
Atas kejadian tersebut, keluarga korban melapor ke Polsek Jetis. Perkara ini kemudian dilimpahkan ke Polres Mojokerto Kota dengan pertimbangan korban masih di bawah umur. Sejak Rabu (5/3) malam hingga kemarin, orang tua RA dan sejumlah saksi telah diperiksa penyidik unit PPA. AI yang sudah lebih dulu dijemput tim Unitreskrim Polsek Jetis dari rumahnya juga diperiksa sebagai terlapor.
Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Siko Sesaria Putra Suma membenarkan adanya perkara tewasnya pesilat setelah sabung. Saat ini kasus tersebut masih dalam penanganan. ”Nanti ada waktu dirilis oleh humas atau kapolres, sementara lagi kami tangani,” ucapnya. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi