KABUPATEN – Modus kejahatan begal kian beragam. Kali ini, Satreskrim Polres Mojokerto meringkus komplotan tiga pemuda yang beraksi dengan menyaru sebagai perempuan. Korban dirayu diajak bertemu, lalu motor serta HP-nya dirampas.
Satu dari tiga pelaku saat ini masih dalam pengejaran. Dua tersangka yang ditangkap masing-masing VA, laki-laki 18 tahun, warga Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, dan MS, 18, warga Desa Belahantengah, Kecamatan Mojosari. Korban dari sindikat ini adalah BH, pemuda 19 tahun asal Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari.
KBO Satreskrim Polres Mojokerto Iptu Suparno menjelaskan, kasus pembegalan pada 19 Desember 2024 itu terjadi di Jalan Raya Dusun Kebaron, Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo. Sebelumnya tersangka VA dan korban sudah saling berkomunikasi melalui WhatsApp (WA).
Namun, tersangka mengaku sebagai perempuan bernama Imah. Setelah akrab, VA kemudian mengajak korban ketemuan di TKP yang dekat dengan TPA Belahan Tengah. Bukannya cewek seperti yang dibayangkan, sosok yang datang justru VA dan kedua rekannya.
Di lokasi, VA langsung melumpuhkan korban menggunakan tangan kosong. Korban dipukul di bagian kepala dan barang-barangnya langsung dirampas. Para tersangka membawa kabur motor Honda Beat dan HP milik korban. ”Atas kejadian tersebut korban melapor dengan tafsir kerugian Rp 10 juta,” jelasnya saat rilis kasus, kemarin (24/1).
Setelah penyelidikan, VA dan MS akhirnya ditangkap pada Kamis (17/1) pekan lalu. Di antara barang bukti yang disita adalah motor Suzuki Satria yang dipakai saat membegal korban. ”Tersangka kami kenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun. Sedangkan pelaku yang kabur masih dalam pencarian,” tandas Suparno. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi