Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Bangunan Kapal Taman Bahari Mojopahit Kota Mojokerto Senilai Rp 2,5 Miliar cuma Diselimuti Tripleks

Martda Vadetya • Rabu, 22 Januari 2025 | 15:20 WIB
BAHAN KAYU: Material tripleks yang digunakan untuk menyelimuti bagian badan dan lambung bangunan pujasera kapal Majapahit tampak mulai lapuk.
BAHAN KAYU: Material tripleks yang digunakan untuk menyelimuti bagian badan dan lambung bangunan pujasera kapal Majapahit tampak mulai lapuk.

Setahun Mangkrak, Diduga Pakai Material di Bawah Spesifikasi

KOTA - Pengerjaan proyek yang diduga di bawah spesifikasi menjadi salah satu faktor disegelnya pujasera Taman Bahari Mojopahit (TBM) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto. Bangunan berbentuk kapal Majapahit ini hanya diselimuti kayu tripleks yang dilapisi acian semen yang dicat.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, konstruksi menyerupai kapal kuno ini tampak belum tuntas dibangun. Terlihat dari belum lengkapnya komponen layar kapal. Selain itu, tangga masih berupa cor di sisi selatan. Juga, belum dipasangi pegangan atau railing. Seluruh bagian kapan maupun tangga, lantainya belum dikeramik.

Besi kolom dan paku tampak mencuat di sejumlah titik. Sejumlah kayu penyangga cor di bagian buritan kapal juga belum dicopoti. Dua sisi haluan kapal terlihat melompong karena belum terpasang jendela.

 

 

Kerangka kapal menggunakan besi galvalum berukuran kecil yakni 4 centimeter x 4 centimer. Penyambungan besi juga asal-asalan. Di banyak sambungan, tampak tak dilas penuh. Hanya disambungkan sekenanya saja.

Apalagi, pada bagian badan dan lambung kapal. Konstruksi beton itu rupanya diselimuti material tripleks yang dilapisi cat anti air berbahan resin dan acian semen tipis. Yang mana, dibentuk dan diwarnai hingga menyerupai material kayu selayaknya kapal kuno.

Material tripleks dihubungkan rangka besi dengan baut yang mudah terlepas. Di banyak titik, terlihat sambungan hanya menggunakan kawat kecil yang telah berkarat. Kawat diputar melilit kerangka besi.

 

 

Sedangkan konstruksi beton di tangga maupun rangka dalam tampak telah rusak di sana-sini. Di bagian buritan dan ujung rangka beton tampak telah rompal. Terlihat acian semen baru yang dilaburkan pada bagian yang ambrol. Begitu juga di bagian tangga. Tampak, acian semen yang baru digunakan menambal rangka beton yang rontok.

’’Semestinya cover kapal itu dibuat dari bahan yang lebih bagus dari itu,’’ ujar Kasi Pidsus Kejari Kota Mojokerto Tezar Rachadian Eryanza. Pihaknya belum bisa menyampaikan detail komponen bangunan apa saja yang tidak sesuai spesifikasi. Yang mana, dalam perencanaan yang telah disusun sebelumnya.

Dengan kondisi seperti itu, lanjutnya, bangunan pujasera senilai Rp 2,5 miliar dari APBD TA 2023 ini belum bisa dimanfaatkan. ’’Memang dari nilai anggaran segitu tidak termasuk mebelernya (furnitur). Tapi pembangunan pujasera ini harus selesai di tahun 2023 itu,’’ terangnya.

 

 

Proyek miliaran rupiah ini justru tampak seperti bangunan yang belum jadi. Tezar menyebut, pengerjaan pujasera kapal Mojopahit ini sempat molor dari deadline. Sehingga CV Hasya Putra Mandiri selaku kontraktor pelaksana terpaksa membayar denda. ’’Molornya tidak sampai lewat tahun, cuma beberapa hari saja. Tapi memang bayar denda,’’ tandas mantan Kasi Datun Kejari Tuban ini.

Kini, pihaknya tengah menyelidiki lebih lanjut dugaan praktik korupsi ini dengan menggandeng BPKP Jatim. Sebelumnya, Kejari Kota Mojokerto menyegel proyek pembangunan kapal Mojopahit di kawasan Taman Bahari Mojopahit (TBM), Kecamatan Prajurit Kulon, 13 Januari lalu.

Korps Adhyaksa menemukan indikasi praktik korupsi dalam pelaksaan paket kerja senilai Rp 2,5 miliar dari APBD TA 2023 ini setelah menggulirkan penyelidikan sejak Agustus 2024 lalu. Mulai dari pengerjaan yang asal-asalan atau tidak sesuai perencanaan hingga dugaan maladministrasi. Sebanyak 40 orang saksi dan tiga ahli dari berbagai pihak terkait telah dimintai keterangan. Sedianya, bangunan kapal Majapahit akan dijadikan pujasera di kawasan TBM. (vad/fen)

 

Editor : Hendra Junaedi
#Taman Bahari Mojopahit #proyek mangkrak #proyek lambat #pengerjaan proyek #pujasera #kejaksaan negeri mojokerto #tbm #Kota Mojokerto #kejari #ditunda